News

Teka-teki Duet Anies-Puan di Pilpres 2024, Sulitkah Mendapat Peluang?

Duet Puan Maharani dan Anies Baswesan di Pilpres 2024 diprediksi bakal sulit. Namun, berbeda ceritanya jika duet itu dibalik.


Teka-teki Duet Anies-Puan di Pilpres 2024, Sulitkah Mendapat Peluang?
Potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengikuti panen raya bersama Bupati Sumedang, Jawa Barat Dony Ahmad Munir (Instagram/aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi pasangan Puan Maharani dan Anies Baswesan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang akan sulit.

Dia mengatakan, selain popularitas Puan yang rendah hingga tingginya tingkat penolakan terhadap Anies dari kelompok loyalis Puan.

"Meskipun secara politik sebetulnya hal semacam ini dinamis, di mana Anies diterima oleh kelompok-kelompok loyalis PDIP dan mereka berpasangan," kata Dedi saat dihubungi AKURAT.CO, Kamis (12/8/2021) di Jakarta.

baca juga:

Dedi menilai, duet Puan Maharani dan Anies Baswedan bakal sulit memenangi kontestasi Pilpres 2024 sebab publik akan melihat dari reputasi Puan sebagai Ketua DPR RI.

"Catatan di parlemen (Puan) sebagai Ketua DPR RI yang sampai hari ini juga belum pernah muncul reputasinya meskipun secara popularitas sudah mulai dikejar," ungkapnya.

Namun, berbeda jika duet itu dibalik yakni Anies Baswedan menjadi calon presiden dan Puan calon wakil presiden. Menurut Dedi kemungkinan publik akan lebih menerima.

"Capres itu adalah sosok yang dominan sehingga Puan menjadi wakil itu sesuatu yang mungkin bisa lebih dimaklumi oleh loyalis Anies Baswedan tetapi mungkin akan sulit diterima oleh loyalis di PDIP," terangnya.

Lantas, bagaimana dengan suara partai Islam jika Anies berduet dengan Puan di Pilpres 2024? Dedi menuturkan, jika Anies berpasangan dengan Puan maka partai Islam kemungkinan bisa saja menjadi satu koalisi dengan PDI-Perjuangan.

Karena, lanjut Dedi, representasi Anies Baswedan yang dekat dengan tokoh-tokoh Islam tak bisa menafikan bahwa Anies punya pengaruh yang cukup kuat di kalangan Islam moderat. "Terutamanya. Bahkan, Islam yang kekinian semisal kelompok PA 212 dan juga kelompok FPI misalnya," tutur Dedi.

Dedi pun menjelaskan bahwa memilih partai politik penting dan juga berpengaruh bagi Anies. Artinya, Anies akan kesulitan untuk mengakomodasi partai-partai Islam lain apabila seandainya Anies memilih salah satu di antara partai Islam seperti PKS, PKB atau PPP.

"Bahkan pilihan paling rasional dan juga ideal bagi Anies adalah dia harus merapat ke partai nasionalis agar kelompok-kelompok partai Islam ini tidak terjadi perseteruan dalam perebutan klaim siapa yang paling memiliki Anies Baswedan," tandasnya.[]