Olahraga

Tegaskan Sikap, UEFA Ancam Boikot Rencana Piala Dunia 2 Tahunan

"UEFA akan terus menentang sampai akal sehat menang dan rencana itu dibatalkan,” kata UEFA.


Tegaskan Sikap, UEFA Ancam Boikot Rencana Piala Dunia 2 Tahunan
Ilustrasi trofi Piala Dunia. (SKYSPORTS)

AKURAT.CO, Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) terus melakukan perlawanan terhadap wacana piala dunia setiap dua tahun yang diwacanakan induk organisasi sepak bola dunia (FIFA).

Diketahui, penyelenggaraan piala dunia setiap dua tahun merupakan ide yang dicetuskan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Rencananya akan diimplementasikan setelah Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

“Konsep ini memiliki semua keunggulan dari keputusan yang ingin diambil FIFA dengan tergesa-gesa dan meninggalkan sisa permainan untuk menyesalinya di waktu luang. Daya tarik apa pun yang dirasakan dangkal, sementara jebakannya sangat besar,” bunyi pernyataan sikap UEFA kepada Reuters, dikutip Sabtu (16/10).

"UEFA akan terus menentang sampai akal sehat menang dan rencana itu dibatalkan,” lanjutnya.

UEFA sebelumnya memang telah menentang rencana FIFA dengan menyebut bahwa piala dunia dua tahunan bisa merusak kompetisi klub. Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) juga telah menyatakan sikapnya dengan menolak wacana FIFA tersebut.

Menurut CONMEBOL, selain akan mendistorsi dan menurunkan kualitas serta eksklusifitas piala dunia, wacana tersebut dinilai dapat menambah beban pengelolaan atau penyusunan kalender kompetisi internasional. Bahkan, piala dunia setiap dua tahun bisa membahayakan kualitas turnamen lain, baik level klub maupun tim nasional.

Oleh karena itu, UEFA telah mengancam akan memboikot piala dunia tambahan, sementara badan Amerika Selatan CONMEBOL juga menentang rencana tersebut.

“Mengingat klub, liga, UEFA dan CONMEBOL semuanya menentang ini, tidak mungkin mereka akan mematuhi kalender FIFA,” kata salah satu sumber industri sepak bola senior yang mengetahui diskusi antara lawan rencana tersebut.

Wacana piala dunia tahunan memang sejak awal menuai kontroversi. Bahkan sampai menciptakan masalah dan memecah belah di antara berbagai federasi sepak bola dunia.

Jika UEFA dan CONMEBOL sudah dengan tegas menolak, Konfederasi Asia (AFC) justru menyambut proses konsultasi ekstensif yang diprakarsai dan dipimpin oleh FIFA tersebut.

Adapun Konfederasi Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF) dan Konfederasi Afrika (CAF) menyampaikan hingga kini mereka sedang menelaah proposal FIFA tersebut dengan pikiran terbuka, dan siap terlibat dalam proses konsultasi.

Sumber: Reuters, Football Italia