News

Tegas Larang Mudik, Menag Yaqut Juga Imbau Warga Tak Lakukan Takbir Keliling

"Mudik dilarang. Kenapa dilarang? Karena kita (pemerintah) memiliki dasar," ujar Menag.


Tegas Larang Mudik, Menag Yaqut Juga Imbau Warga Tak Lakukan Takbir Keliling
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas bersama Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah tegas melarang masyarakat untuk melakukan mudik pada Idul Fitri tahun 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena pemerintah memiliki dasar dalam mengambil keputusan itu.

"Jadi sampai sekarang, sampai keputusan tadi rapat bersama Bapak Presiden dan para menteri, Panglima TNI, dan Kapolri, mudik dilarang. Kenapa dilarang? Karena kita memiliki dasar," Sebagaimana kata Menag Yaqut yang dikutip AKURAT.CO dalam laman resmi Kemenag pada Selasa (20/4/2021).

Menag Yaqut memberikan penjelasan tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 19 April 2021.

Ia menjelaskan bahwa hukum mudik adalah sunah. Sementara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan itu hukumnya wajib. Oleh karena itu, ia memandang bahwa perkara wajib jangan sampai digugurkan oleh perkara sunah.

"Jadi larangan mudik ini lebih ditekankan karena kita semua, pemerintah terutama ini, ingin melindungi diri kita dan seluruh warga negara ini agar terjaga dari penularan Covid-19," katanya.

Sementara itu, terkait ibadah-ibadah sunah di bulan Ramadan seperti salat tarawih dan iktikaf, tetap diperbolehkan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Menurutnya, hal tersebut pun hanya berlaku di daerah dengan zona hijau dan zona kuning.

"Untuk merah dan oranye tetap tidak ada pelonggaran. Kita tidak memberikan kelonggaran untuk zona merah dan oranye. Artinya, sekali lagi bahwa dalil mendahulukan keselamatan itu adalah wajib harus lebih diutamakan daripada mengejar kesunahan yang lain," jelasnya.

Adapun terkait dengan kegiatan malam takbir Idul Fitri nanti, Menag menjelaskan bahwa takbir keliling tidak diperkenankan untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan takbir keliling berpotensi menimbulkan kerumunan yang membuka peluang penularan virus. 

"Saya kira dengan kita bersabar ini Allah akan memberikan jalan atau hasil yang terbaik untuk kita semua dan bangsa negara. Insyaallah ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat bersama-sama kita melakukan aksi kolaboratif untuk menangani pandemi Covid-19 ini," kata dia.

"Saya kira pandemi Covid-19 akan segera berlalu. Insyaallah kita juga tidak akan kehilangan pahala apa pun, tidak akan kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib daripada mendahulukan yang sunah," tandasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu