News

Tegas! Gerindra DPRD DKI Tolak Upaya Gulirkan Lagi Interpelasi Formula E

PDIP dianggap mulai menggulirkan lagi interpelasi Formula E dan menggiring Anies ke forum politik DPRD DKI. 


Tegas! Gerindra DPRD DKI Tolak Upaya Gulirkan Lagi Interpelasi Formula E
Sidang Paripurna hari ulang tahun ke-493 DKI Jakarta berlangsung tertutup di gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin (22/6/2020). (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Pernyataan Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan evaluasi penyelenggaraan balapan Formula E di forum interpelasi DPRD DKI memunculkan spekulasi baru. PDIP dianggap mulai menggulirkan lagi interpelasi Formula E dan menggiring Anies ke forum politik DPRD DKI.

Anggota Komisi B DPRD DKI Ichwanul Muslimin memastikan Fraksi Gerindra tetap pada sikapnya menolak adanya interpelasi. Upaya interpelasi itu, kata dia, sudah kandas jauh-jauh hari. 

"Ya kalau teman-teman dari Fraksi PDIP mau gulirkan lagi interpelasi, ya silakan aja. Tapi kan yang kemarin saya rasa udah selesai, ya. Kami pun dari Gerindra menolak adanya interpelasi itu dan juga tidak terjadi interpelasi," katanya kepada AKURAT.CO, Kamis (18/8/2022).

baca juga:

Upaya menggalang dukungan fraksi lain selain PDIP dan PSI untuk mendorong interpelasi, kata dia, merupakan hak kedua partai yang menggagas interpelasi. Tetapi, suara dari fraksi lain juga tak bisa dipandang sebelah mata. 

"Kalaupun masih diusahakan, ya silahkan saja. Toh itu juga harus ada persetujuan dari fraksi lain. Kita lihat aja nanti siapa yang setuju untuk interpelasi lagi. Yang jelas sampai saat ini kami fraksi Gerindra menolak dengan adanya interpelasi," ujarnya. 

Pihaknya beralasan mendukung penyelenggaraan balapan Formula E karena telah melihat sisi manfaat dan efek positif yang ditimbulkan dari penyelenggaraan balapan Formula E. Dia memastikan tidak ada unsur politis di balik penolakan mereka terhadap penyelenggaraan balapan mobil listrik itu.

"Kami bicara ini kan yang kami lihat bahwa Formula E ini sisi baiknya adalah menghasilkan devisa nantinya. Bagi negara, wisatawan berdatangan setelah Covid-19 itu yang kami lihat. Karena itu tidak ada unsur politisnya kami menolak interpelasi," ungkapnya. 

Dia mengakui bahwa partai Gerindra merupakan partai pendukung paket Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria. Tetapi, sejauh ini, Partai Gerindra menempatkan diri sebagai mitra strategis dan kritis bagi pemerintahan Anies-Ariza. 

"Betul kami partai pendukung. Tetapi selama ini juga kalau ada yang perlu kami koreksi, kami koreksi. Kami mitra kritis dan mitra strategis. Tapi kalau memang bagus, berhasil untuk Jakarta ya kita support," ungkapnya. []