News

Tegang! Geng Bersenjata Ekuador Serang RS, Coba Bunuh Remaja dari Kelompok Saingan

Tegang! Geng Bersenjata Ekuador Serang RS, Coba Bunuh Remaja dari Kelompok Saingan
Petugas polisi menangkap para anggota geng yang menyerbu sebuah rumah sakit di Ekuador, dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial (Polisi Ekuador)

AKURAT.CO  Dalam upayanya untuk menghabisi anggota kelompok saingan, sebuah geng bersenjata asal Ekuador nekat menyerbu rumah sakit (RS).

Selama aksinya, para pelaku sampai menyandera perawat hingga terlibat baku tembak dengan polisi. Target serangan adalah seorang remaja berusia 17 tahun, yang dijuluki 'Wajah Kotor'. Remaja ini adalah anggota geng saingan, yang pada saat serangan, sedang menjalani perawatan intensif akibat luka tembak.

Beruntung, polisi dengan cepat bertindak, dan akhirnya berhasil menangkap tujuh pria bersenjata yang menyerbu RS tersebut, yang berada di kota Chone, Ekuador barat.

baca juga:

Semua sandera juga telah dibebaskan, dan tidak ada yang terluka, kata para pejabat setempat, sebagaimana dilaporkan BBC pada Senin (28/11).

Sebelum ditahan, para pelaku menyandera lima anggota staf selama lebih dari satu jam, kata seorang karyawan kepada surat kabar lokal El Diario.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen menegangkan saat penyerbuan terjadi. Terlihat dalam rekaman, beberapa pria dengan penutup kepala memegang senjata. Dalam sebuah adegan, seorang wanita terdengar berteriak, didorong melalui salah satu pintu keluar rumah sakit sebelum diseret kembali ke dalam gedung.

Para pegawai lain yang berada di RS, mengaku mengunci diri di dalam kamar, sementara orang-orang bersenjata mendobrak pintu untuk mencari remaja tersebut.

"Sepertinya mereka tidak tahu tata letak rumah sakit, dan itulah sebabnya penjahat ini berkeliaran di seluruh rumah sakit," ungkap Homero Andrade, yang mewakili karyawan RS, mengatakan kepada El Diario.

"Kami bersyukur kepada Tuhan, dan berterima kasih kepada polisi, karena kami masih di sini untuk menceritakan kisah ini," tambah Andrade.

Presiden Ekuador Guillermo Lasso juga berterima kasih kepada polisi, mengatakan bahwa intervensi mereka telah menyelamatkan banyak nyawa.

Turun di Twitter, presiden membagikan rekaman yang menunjukkan petugas bersenjata siap memasuki gedung menjelang penangkapan.

Kekerasan geng di Ekuador meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dengan para anggota bahkan melakukan taktik mengerikan seperti pemenggalan kepala. Serangkaian kerusuhan penjara yang mematikan juga kerap pecah di negara tersebut.

Menurut para analis, lonjakan kekerasan yang terjadi sebagian disebabkan oleh kartel Meksiko yang meluas ke Ekuador, di mana mereka bisa merekrut geng-geng lokal untuk menyelundupkan kokain.

Sejak menjabat tahun lalu, Presiden Lasso berulangkali menyatakan keadaan darurat, sebagai upaya untuk mengatasi peningkatan tajam dalam kekerasan.

Pada awal November, dia mengatakan bahwa serangan oleh geng narkoba yang semakin kuat adalah bentuk deklarasi perang.[]