News

Tega Perkosa Anak Pacar hingga 17 Kali, Pria Bantul Terancam 15 Tahun Bui

Tega Perkosa Anak Pacar hingga 17 Kali, Pria Bantul Terancam 15 Tahun Bui


Tega Perkosa Anak Pacar hingga 17 Kali, Pria Bantul Terancam 15 Tahun Bui
Tersangka PR (36) di Mapolres Sleman, Selasa (26/10/2021). (AKURAT/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jajaran Polres Sleman mengamankan PR, warga Dlingo, Bantul, DIY. Pria 36 tahun itu diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap KHS, anak pacarnya yang masih di bawah umur, selama setahun belakangan.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Ronny Prasadana mengatakan, kasus ini terkuak pada 24 Oktober 2021 lalu berkat andil warga sekitar Nanggulan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika warga dihebohkan dengan teriakan KHS yang digendong paksa oleh PR dari tempat guru ngajinya di daerah Nanggulan, pada 24 Oktober sekitar pukul 18.30 WIB.

PR saat itu hendak membawa KHS yang merupakan warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ke rumah kostnya di daerah Nanggulan, Maguwoharjo.

"Korban ini adalah anak dari pacar pelaku, antara pelaku dan ibu korban ini ya tinggal bersama gitu lah. Mereka pacaran sudah setahunan ini," kata Ronny di Mapolres Sleman, Selasa (26/10/2021).

Warga yang mendengar teriakan itu lantas berupaya menyelamatkan korban. KHS bisa diselamatkan sebelum pelaku berhasil membawanya ke rumah kostnya.

"Warga melihat korban digendong pelaku. Korban waktu itu berteriak dan berontak. Pelaku ini sempat menggigit pundak kiri korban sebelum diamankan oleh warga," lanjut Ronny.

Warga kemudian mengorek keterangan KHS dan diakui korban bahwa dirinya telah diperkosa pelaku sebanyak 17 kali. Sementara PR sampai harus didesak untuk mengakui perbuatannya itu. 

"Penangkapannya diserahkan warga, lalu kita tindaklanjuti dan langsung dilakukan penahanan oleh penyidik," kata Ronny.

Kepada petugas, KHS mengaku telah menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat PR sejak setahun terakhir atau semenjak pelaku berpacaran dengan ibunya. Perbuatan PR tak pernah terendus karena dilakukan setiap kali ibu korban pergi bekerja.

Di satu sisi, KHS juga tak kuasa bercerita kepada siapa pun termasuk ibunya, lantaran selalu diancam oleh pelaku.

"Pelaku mengancam korban dengan kata-kata 'jangan cerita siapa-siapa nanti tak bunuh, kalau bapak pernah bunuh orang', begitu," kata Ronny menirukan pengakuan KHS kepada petugas.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh menambahkan, akibat perbuatan dari pelaku, korban mengalami infeksi pada alat kelaminnya. Ia saat ini tengah menjalani penanganan medis.

"Apabila itu (penanganan) terlambat akan menjadi penyakit yang menular," kata Kukuh.

Sementara pelaku sendiri mengakui bahwa KHS bukanlah korban satu-satunya. Ia pernah melakukan tindakan serupa terhadap anak istri sirinya. Kasus ini telah dikoordinasikan ke Unit PPA Polres Bantul.

Kukuh melanjutkan, polisi saat ini juga tengah mendalami pernyataan pelaku yang menyebut bahwa dirinya pernah menghabisi nyawa orang. Sebagaimana ia ucapkan tiap kali mengancam KHS.

"Itu kami masih kami selidiki, menurut pengakuan dia tahun 90-an pernah ada TKP dia pelakunya. Tapi ini masih kita selidiki," sebut Kukuh.

Polisi, dari kasus ini mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain bantal dan bed cover dari rumah kost yang ditinggali pelaku dan ibu KHS.

Pelaku kini telah resmi berstatus tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 81 Sub Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. []