News

Teddy Gusnaidi Sebut Pihak yang Minta Turunkan Preshold Bak Maling Teriak Maling

Juru Bicara Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyikapi persoalan tentang ketentuan Presidential Threshold (PT) yang saat ini sedang dilakukan uji materi di MK.


Teddy Gusnaidi Sebut Pihak yang Minta Turunkan Preshold Bak Maling Teriak Maling
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Twitter/TeddyGusnaidi)

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum (Waketum) sekaligus Juru Bicara Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyikapi persoalan tentang ketentuan Presidential Threshold (PT) yang saat ini sedang dilakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). 

Teddy mengaku heran kepada pihak-pihak yang ingin menurunkan PT apalagi atas nama rakyat. Sebab, ia menilai hal tersebut tidak konsisten. 

"Dulu, atas nama rakyat, mereka membuat, menyetujui dan mendukung Presidential Threshold. Sekarang, atas nama rakyat, mereka mendadak anti Presidential Threshold. Jadi sebenarnya keinginan rakyat itu yang mana? Atau ini keinginan pribadi dengan mengatasnamakan rakyat?" kata Teddy dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter-nya @TeddGus, pada Senin (11/7/2022). 

baca juga:

Menurut Teddy, saat ini banyak pihak yang sedang menjadi pahlawan kesiangan lantaran menolak PT. Selain itu, kelompok yang dimaksud Teddy kerap menyalahkan pemerintah yang dicap sebagai dalang dari kebijakan PT. 

"Presidential Threshold bukan barang haram, bukan dibuat oleh MK dan Jokowi, tapi dibuat oleh kelompok yang sekarang ini mendadak menjadi pahlawan kesiangan, mendadak menolak Presidential Threshold, menyalahkan MK, Jokowi dan Oligarki. Ini drama busuk yang sedang dipertontonkan," ujar dia. 

Adapun, kata Teddy, saat ini ada kelompok yang menuding keputusan MK untuk menolak PT merupakan pesanan khusus kaum oligarki. 

Namun, Teddy menganggap hal itu justru berbalik kepada mereka dan menganggap seperti maling teriak maling. 

"Saat ini lagi trend, ketika MK menolak penghapusan Presidential Threshold (PT), mereka menuduh bahwa ini keinginan kaum oligarki. Kalau begitu, karena mereka dulu yang menginginkan PT, karena mereka yang membuat & menyetujui, artinya merekalah kaum oligarki. Jadi ibarat maling teriak maling," ucap eks Dewan Pakar PKPI itu. 

Selain mereka yang mendadak seolah-olah pro rakyat, ada juga para pihak yang menyalahkan MK karena gugatan mereka ditolak.

"Mereka yang lemah argumentasi & tidak cerdas, lalu MK yang disalahkan. Ibarat orang yang tidak pandai menari, lalu lantai yang disalahkan. Inilah yang terjadi saat ini," tutur dia. 

"Rakyat silahkan menilai, jika mereka bisa khianati diri mereka sendiri, tentu untuk mengkhianati rakyat sangat mudah," tukas dia. []