Tech

Tawarkan Ekosistem Keuangan Digital, FinAccel Siap IPO di US

Pencapaian FinAccel di tahun 2021.


Tawarkan Ekosistem Keuangan Digital, FinAccel Siap IPO di US
Diskusi virtual yang membahas pencapaian FinAccel di tahun 2021. (Dok. FinAccel )

AKURAT.CO Sejak tahun 2016 hingga saat ini, FinAccel terus mengalami pertumbuhan melalui anak perusahaannya. Salah satunya, Kredivo yang saat ini sudah memiliki lebih dari 4 juta pengguna atau mencapai 50% dari basis pengguna kartu kredit dan pemimpin industri Buy Now Pay Later (BNPL) dengan wallet share 50% di mayoritas merchant e-commerce di Indonesia. 

FinAccel melalui Kredivo juga sudah berekspansi di Vietnam dan akan menargetkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. FinAccel juga sudah bersiap melakukan IPO di bursa Saham Amerika Serikat (AS) lewat skema Special Purpose Acquisition Company (SPAC) bersama firma investasi global terdepan, Victory Park Capital. 

Selain Kredivo, FinAccel juga telah meresmikan satu produk baru, yaitu KrediFazz, untuk memperluas ekosistem keuangan digital bagi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia. KrediFazz menawarkan keunggulan yang sama dengan Kredivo, yaitu bunga yang rendah, proses online dengan persetujuan cepat, dan jaminan keamanan setara dengan bank. 

Melalui Kredivo dan KrediFazz, FinAccel ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya dalam memproses pinjaman. FinAccel juga terus memperluas akses kredit bagi masyarakat underbanked, dengan pertumbuhan signifikan baik dalam jumlah penyaluran pinjaman maupun jumlah pengguna. 

Dalam konferensi pers virtual yang membahas pencapaian FinAccel di tahun 2021, VP Marketing and Communications FinAccel, Indina Andamari mengatakan  FinAccel telah tumbuh secara signifikan dan menjadi pemimpin industri dengan ekosistem keuangan digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara. Serta  menjawab tantangan akses kredit di masyarakat lewat multisolusi berbasis digital yang mudah, cepat, dan terjangkau. 

"Kami tidak akan berhenti sebelum mewujudkan visi kami melayani puluhan juta konsumen," kata Indina Andamari.

Sementara itu, berdasarkan laporan SEA e-Conomy tahun 2021 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$146 miliar pada 2025. Menurut Indina, momentum pertumbuhan tersebut memacu mereka untuk terus memperkuat kepemimpinan di industri dengan berfokus pada 3 strategi. 

"Strategi ini terdiri dari, peningkatan kolaborasi strategis dan inovasi untuk menghadirkan produk keuangan digital unggulan dengan tetap menerapkan bunga rendah, memperluas use cases guna menjaga relevansi dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, dan memperluas jangkauan di pasar regional serupa yang minim akses kredit. Berbekal kemampuan model risiko kami yang terdepan di industri," ungkap Indina.

Adapun pencapaian FinAccel di tahun 2021, yaitu:

  • KrediFazz resmi mengantongi lisensi P2P Lending dari OJK.
  • Mendapatkan pendanaan sebesar Rp1 Triliun dari Bank DBS Indonesia untuk nasabah Kredivo di Indonesia dan bekerjasama dengan Bank Standard Chartered sebagai penyalur kredit melalui layanan Paylater di Indonesia.
  • Mengumumkan rencana untuk melantai di bursa Amerika Serikat via SPAC melalui merger dengan VPC Impact Acquisition Holdings II.
  • Meraih pendanaan PIPE tambahan dan umumkan jajaran komisaris baru untuk perkuat bisnis di Indonesia.
  • Berekspansi ke Vietnam melalui joint venture bersama Phoenix Holding, pionir perusahaan investasi keluarga yang berbasis di Vietnam dengan portofolio terdiversifikasi di sektor konsumen, layanan keuangan, ritel, dan teknologi.
  • Menggandeng e-Fishery untuk perluas penyaluran kredit produktif untuk UMKM.
  • Mendapatkan pendanaan debt facility tambahan dari Victory Park Capital sebesar US$100 juta, menjadikan total pendanaan yang diberikan oleh VPC sebesar US$200 juta.
  • Bermitra dengan Samsung untuk meluncurkan Samsung Financing dan juga Bukalapak untuk Bukalapak Paylater, layanan eksklusif kredit instan white label yang dikelola dan dimotori oleh Kredivo.
  • Bermitra dengan Zalora untuk memfasilitasi permintaan produk fashion dan AirAsia untuk dukung pariwisata Indonesia.