Olahraga

Taufik Ungkit Kasus Suap Asian Games 2006 dalam Wawancara dengan Antonsen

Taufik Hidayat mengaku sempat marah kepada Rexy Mainaky yang ketika itu melatih untuk Tim Malaysia.


Taufik Ungkit Kasus Suap Asian Games 2006 dalam Wawancara dengan Antonsen
Pebulutangkis legendaris Indonesia, Taufik Hidayat. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pebulutangkis legendaris Indonesia, Taufik Hidayat, kembali membicarakan peristiwa percobaan suap yang dialaminya di Asian Games Doha 2006. Kenangan itu disampaikan Taufik dalam wawancara dengan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen dan Hans-Kristian Vittinghus.

Ditayangkan di saluran Youtube Antonsen, Taufik membahas masalah tersebut ketika Vittinghus mengingatkan Taufik bahwa pencapaian terbaik terakhirnya adalah ketika meraih emas di Doha. Setelah itu, Taufik mengatakan bahwa ia sempat berkeluh dengan rekan senegaranya yang ketika itu melatih tim Malaysia, Rexy Mainaky.

“Oke, karena ini Doha. Jika Anda berbicara seperti itu dengan saya di Indonesia. Anda pasti sudah mati. Jadi, saya harus menjual negara saya? Tidak,” kata Taufik menjelaskan jawabannya ketika menghadapi tawaran suap tersebut. “Setelah itu, dia pergi, saya marah dengan Rexy, Rexy ketika itu melatih Malaysia.”

baca juga:

Sedikit flashback, Taufik mengaku didatangi oleh manajer tim Malaysia pada pagi hari menjelang pertandingan semifinal melawan Lee Chong Wei. Manajer yang disebut Taufik merupakan eks pebulutangkis itu menawarkan Taufik uang dua atau tiga kali lipat dari bonus yang diberikan Indonesia jika Taufik mau mengalah.

“Apa yang kamu inginkan?” kata Taufik bertanya pada orang yang disebutnya manajer tim Malaysia itu,

“(Dia bilang) ‘kamu mengalah dari Lee Chong Wei’. Dan dia memberi saya uang. Si manajer itu adalah bekas pemain. Kamu (Vittinghus) kenal saya rasa (dengan manajer tersebut). Saya bilang, ‘bagaimana kalau saya bayar Lee Chong Wei?’”

Sejarah berlalu, Taufik membalas perlakuan tersebut dengan mengalahkan Chong Wei dua set langsung plus merebut medali emas dengan mengalahkan favorit juara asal China, Lin Dan. Kelak, Lin Dan dianggap sebagai pebulutangkis terbaik sepanjang sejarah.

Di sisi lain, Taufik tak segan memuji Lin Dan sebagai salah satu rival terbesarnya. Menurut peraih medali Olimpiade Athena 2004 tersebut, Lin Dan adalah pemain yang pencapaiannya sulit dicapai oleh pebulutangkis lain di dunia.

“Lin Dan gila. Di planet (bumi), menurut saya Lin Dan gila,” kata Taufik.

“Sampai sekarang (dia masih yang terbaik). Dia mendapatkan semuanya, Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, (Kejuaraan) Asia, ranking satu dunia berapa lama? (Juara) olimpiade beruntun. Siapa yang paling bisa mendekati dengan dia.”[]