Olahraga

Taufik: Chong Wei Kurang Beruntung, Lin Dan Gila

Taufik Hidayat, Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter Gade kini menjadi duta Yonex.


Taufik: Chong Wei Kurang Beruntung, Lin Dan Gila
Taufik Hidayat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pernah menjadi rival dan kini sama-sama gantung raket, Taufik Hidayat masih tidak mengerti mengapa kolega Malaysianya, Lee Chong Wei, tak mendapatkan gelar di kejuaraan puncak seperti olimpiade. Taufik menganggap Olimpiade Rio De Janeiro adalah kesempatan terbaik Chong Wei untuk meraih medali emas.

“Menurut saya kesempatan terbaiknya adalah di Rio setelah dia mengalahkan Lin Dan. Semua orang yakin emas olimpiade adalah jatahnya dia tetapi dia kurang beruntung,” kata Taufik sebagaimana dipetik dari Olympic Channel.

Semasa masih bermain, Taufik, Chong Wei, bersama Lin Dan dan Peter Gade merupakan “big four” era 2000-an. Taufik meraih emas di Athena 2004, Lin Dan dua kali di Beijing 2008 dan London 2012, sementara Chen Long di Rio 2016.

Chong Wei sendiri tiga kali masuk ke final nomor tunggal putra olimpiade dalam periode 2008-2016. Dua kali ia dikalahkan Lin Dan pada 2008 dan 2012 dan ketika ia bisa menyingkirkan Lin Dan di semifinal, Chong Wei justru kalah dari pebulutangkis asal China lainnya di final 2016, Chen Long.

“Dia tidak memenangi (gelar) utama tetapi bagi saya, saya tetap melihat (Chong Wei) sebagai seorang pemain besar yang lengkap… salah satu legenda, dari Malaysia, untuk bulutangkis.”

Chong Wei sendiri sebenarnya masih berambisi untuk bermain di olimpiade terakhir di Tokyo 2020 yang digeser ke tahun ini. Namun, kanker hidung yang melandanya pada 2018 membuat pemain dengan rekor ranking satu dunia terlama tersebut tidak bisa kembali ke kondisi fisik terbaiknya dan memutuskan pensiun pada 2018.

Sementara itu, tentang rivalitasnya dengan Lin Dan, Taufik menganggap legenda asal China tersebut adalah salah satu yang terbaik sepanjang sejarah. Salah satunya adalah karena Lin Dan bisa menjadi juara olimpiade sebanyak dua kali sebagai satu-satunya di nomor tunggal putra.

“Hanya ada satu Lin Dan, Lin Dan adalah robot. Dia adalah satu pemain terbaik dalam sejarah ini,” kata Taufik. “Lin Dan gila, dia pemain besar. Tidak ada yang (bisa menang) dua kali olimpiade tunggal putra (seperti Lin Dan).”

Taufik juga mencatat bahwa rivalitas sengit dengan Lin Dan merupakan imbas dari bumbu media. Dalam hubungan pribadi di luar lapangan, mereka bersahabat dekat.

“Lin Dan junior saya, Cuma kalau dalam lapangan kita bersaing. Mungkin yang bikin (rivalitas) besar itu media saja, Taufik berdebat dengan Lin Dan, tidak suka media China dan media Indonesia,” tutur Taufik.

“Sebenarnya saya tidak punya masalah dengan Lin Dan. Kita berkawan setelah pertandingan. Kadang kita pergi makan malam atau minum.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu