Rahmah

Tata Cara Salat Taubat Di Bulan Ramadan Lengkap Dengan Niat Dan Doanya

Tata Cara Salat Taubat Di Bulan Ramadan Lengkap Dengan Niat Dan Doanya
Salat taubat (freepik.com/rawpixel.com)

AKURAT.CO Bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia dan penuh dengan ampunan. Sebagai manusia, tentunya merupakan makhluk yang tidak sempurna, yang pernah melakukan salah dan dosa baik disengaja maupun tidak disengaja. Bertaubat kepada Allah merupakan jalan untuk mendapatkan ampunan-Nya.

Sebuah kerugian bagi umat muslim jika meninggalkan bulan Ramadan dalam keadaan dosa yang belum diampuni oleh Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ  أَوْ بَعُدَ  دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

baca juga:

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad)

Manusia harus menyegerakan diri dalam bertaubat, karena tidak ada yang mengetahui kapan Allah akan mengambil nyawa manusia. Bisa saja lebih cepat dari yang dibayangkan, maka taubat merupakan perkara yang harus dilakukan segera dan tidak boleh ditunda-tunda.

Salah satu cara untuk meminta ampun kepada Allah adalah melaksanakan salat taubat, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Artinya: “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah" Sampai akhir ayat" (HR. Tirmidzi)

Ayat yang Rasulullah baca dalam hadis di atas adalah ayat ke 135 pada surah Al-Imran:

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Tata Cara Salat Taubat

Salat taubat dilakukan dengan 2 rakaat dengan sekali salam, berikut tata caranya: 

1. Membaca niat salat taubat nasuha. (Ushalli sunnatat taubata rak’ataini lillahi ta’ala)

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca doa iftitah (Disunnahkan)

4. Membaca Surah Al-Fatihah.

5. Membaca surah pendek dari Alquran.

6. Rukuk (membaca tasbih rukuk 3x).

7. I’tidal (membaca doa I’tidal).

8. Sujud (membaca tasbih sujud 3x).

9. Duduk di antara dua sujud (membaca doa ‘Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii’)

10. Sujud kedua. (membaca tasbih sujud tiga kali).

11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti melakukan rakaat yang pertama

12  Duduk tasyahud akhir (membaca tasyahud akhir).

13. Salam.

14. Berdoa meminta ampunan

Doa setelah Salat Taubat

Doa yang dibaca setelah salat taubat adalah Sayyidul Istighfar. Sayyidul Istighfar merupakan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yang berisikan pengakuan dan permohonan pengampunan dosa.

للّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat,"

Maka mari betul-betul memanfaatkan keutamaan bulan Ramadan ini, jangan sampai Ramadan yang penuh ampunan ini terlewat tanpa dosa yang belum terampuni. Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam.[]