Lifestyle

Tasya Kamila Sarankan Perbanyak Konsumsi Protein Saat Kemoterapi, Ini Alasannya

Selama masa kemoterapi suami dari Tasya Kamila disarankan untuk makan makanan yang mengandung protein hewani


Tasya Kamila Sarankan Perbanyak Konsumsi Protein Saat Kemoterapi, Ini Alasannya
Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila menghadiri acara di kawasan Tendean, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Sebagai pasangan yang baru menikah, hubungan mereka sedang hangat. Menurut Tasya ketika suami mengetahui kebiasaan tidurnya dengan mulut terbuka, Randi tak marah. Bahkan pria yang menikahinya pada awal Agustus menganggap itu yang membuat Tasya lucu. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar, diketahui mengidap kanker kelenjar getah bening jenis Limfoma Hodgkin tingkat stadium 2.

Untuk mengatasi sakit kanker itu, Tasya Kamila mengatakan Randi Bachtiar telah melakukan empat kali kemoterapi. Tasya menambahkan, selama masa kemoterapi, Randi disarankan untuk makan makanan yang mengandung protein hewani.

“Waktu kemoterapi, Randi disuruh banyak makan daging merah, pokoknya makan yang mengandung protein hewani. Itu bagus untuk proses kemoterapi,” ujar Tasya Kamila, lewat konten video di akun Youtube Tasya Kamila, dikutip pada Selasa, (11/5).

“Biasanya, yang diketahui itu pas kemoterapi banyak makan sayur, pokoknya yang hijau-hijau. Ternyata banyak konsumsi protein yang hewani,” imbuh Tasya.

Hal itu juga dibenarkan oleh unggahan Raffles Hospital Singapore. Memang protein bermanfaat untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak.

Selama kemoterapi, protein membantu menyediakan tenaga dan energi bagi pasien. Serta membentuk kembali jaringan yang rusak akibat kemoterapi.

Pasien pun dapat menghadapi efek samping dari kemoterapi dengan lebih baik dan risiko kanker menjadi berkurang, apabila mengonsumi protein lebih banyak dari biasanya. Namun, saat mengelola bahan makanan protein hewani seperti daging, terutama daging merah, usahakan daging benar-benar dimasak hingga matang.

Sebab, makanan yang belum matang sempurna berpotensi besar mengandung kuman atau parasit penyebab penyakit. Maka dari itu, proses memasak yang benar sangat diperlukan untuk menjamin keamanan makanan pasien kemoterapi.[]

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co