News

Tarif Tes PCR di Indonesia Termasuk Termurah di Dunia

Pemerintah tidak akan memberikan subsidi pada tarif tes PCR dengan harga baru yang direncanakan akan ditetapkan senilai Rp300 ribu.


Tarif Tes PCR di Indonesia Termasuk Termurah di Dunia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksin massal bagi tenaga kesehatan di Istora Senayan, Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO, Indonesia termasuk negara dengan harga tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) termurah dibandingkan negara lain di dunia.

Demikian dikatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers secara virtual, Selasa (26/10/2021).

Menkes Budi menyebutkan bahkan saat dipatok Rp 900 ribu, tarif tes PCR di Indonesia sudah termasuk yang paling murah. Apalagi jika nanti diturunkan Rp 300 ribu sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

"Harga PCR yang ditentukan oleh Pak Presiden kemarin itu sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga tes PCR di seluruh dunia," kata Budi. 

Budi menyinggung laporan Skytraxratings yang mendata harga tes PCR di 70 bandara ibu kota negara di dunia. Dari laporan tersebut didapatkan Indonesia berada di posisi 49 dengan rata-rata harga tes PCR 54 USD atau sekitar Rp 760 ribu.

Budi juga menyinggung India sebagai negara dengan tarif PCR Bandara termurah di dunia. Meski begitu, kata dia, India bisa menerapkan tarif murah setelah China lantaran mampu memproduksi alat screening dan obat untuk penanganan Covid-19 secara mandiri.

"Jadi, kalau misalnya diturunkan ke Rp 300 ribu, itu masuk ke 10 persen kuartal yang paling murah dibandingkan dengan harga PCR airport di dunia, yang paling bawah memang India Rp 160 ribuan, tapi itu negara yang paling murah untuk semuanya selain China," jelasnya.

Budi juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan subsidi pada tarif tes PCR dengan harga baru yang direncanakan akan ditetapkan senilai Rp300 ribu.

"Apakah akan ada subsidi? Pemerintah tidak merencanakan ada subsidi, karena kita memang lihat harganya yang sudah diturunkan itu sudah cukup murah," ujarnya.

Pihaknya, tambah Budi, belum mengubah dasar hukum tentang penetapan tarif batas atas tes PCR yang sejauh ini masih seharga Rp 495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali dan Rp 525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.[]