Ekonomi

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Tahun 2022, Tidak Berlebihan

Chatib Basri menilai target tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Namun, hal ini tergantung kemampuan pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.


Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Tahun 2022, Tidak Berlebihan
Warga beraktivitas di bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,2 persen.

Target ini pun telah tertuang dalam Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (UU APBN) yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rapat paripurna DPR RI ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2021-2022 yang digelar pada 30 September 2021.

Ekonom Senior Chatib Basri menilai target tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Namun, hal ini tergantung kemampuan pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19 yakni dengan mencapai herd immunity melalui vaksinasi.

“Pemulihan ekonomi akan sangat tergantung kepada bagaimana kemampuan mengatasi pandemi,” katanya dalam Webinar Bincan APBN, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, selama herd immunity di Indonesia belum mencapai 70-80 persen maka pemulihan ekonomi Indonesia akan berbentuk 'W'. Artinya, perekonomian bisa naik tajam dan bisa turun tajam.

“Jadi saya mau bilang, selama herd immunity belum tercapai belum mencapai 70-80 persen maka ada resiko pemulihan ekonomi bentuknya W, naik turun, naik lagi, turun lagi,” lanjutnya.

Di sisi lain, proses vaksinasi di Indonesia dan negara lainnya juga berbeda. Misalnya dengan Amerika Serikat, Singapura dan Australia.

Menteri Keuangan periode 2013-2014 ini menyebutkan, AS saja proses vaksinasinya berjalan luar biasa tinggi dan cepat hingga hampir 90 persen untuk mencapai herd immunity. Begitu juga dengan Singapura dan Australia sudah mencapai sekitar 80 persen.

"Kalau kita lihat proyeksi ekonomi negara yang akses vaksinnya luar biasa, recovery 2022 nya lebih baik dari kita," jelasnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan jika pemerintah bisa mempercepat proses vaksinasi untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi seperti target yakni 5,2 persen di tahun depan. Sebab, jika terjadi pemulihan W, maka pemerintah tidak akan bisa mengurangi belanja.

"Jadi kalau kita mampu mengatasi pandemi dimana vaksin bisa dipercepat sampai quarter 1-2022 maka saya kira target 5,2 persen bukan sesuatu yang berlebihan. Tapi kalau pandemi merebak lagi maka kita akan berhadapan dengan situasi di 2021 sampai vaksin selesai,” tambahnya.[]