Lifestyle

Deretan Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Balikan dengan Pasangan yang Selingkuh

Selingkuh berarti pasangan telah berbohong dan memanipulasimu. Ini semua telah merusak kepercayaanmu kepadanya. Namun, adakalanya perselingkuhan dimaafkan


Deretan Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Balikan dengan Pasangan yang Selingkuh
Ilustrasi pasangan kekasih (UNSPLASH/Joanna Nix-Walkup)

AKURAT.CO, Setiap hubungan akan menghadapi masalah dan rintangan. Ada yang bisa diselesaikan, tapi tak sedikit juga berakhir dengan perpisahan. Di antara beberapa rintangan yang sering menimpa sebuah hubungan, perselingkuhan mungkin adalah salah satu yang paling sulit untuk diselesaikan.

Ya, selingkuh berarti pasangan telah berbohong, memanipulasi dan merusak kepercayaanmu. Namun, perselingkuhan tidak selalu berarti suatu hubungan berakhir, terutama jika pasangan benar-benar menyesal, dan kamu pun masih menyayanginya. 

Dalam situasi seperti ini, kamu akan merasa dilema. Kamu tidak tahu apakah harus memaafkannya dan melanjutkan hubungan kalian, atau mengakhirinya meskipun masih menyayanginya. 

Jika kamu sedang merasakan dilema ini, berikut Akurat.co coba bantu untuk memutuskan apa yang seharusnya kamu lakukan. Cobalah tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut ini, dilansir dari Very Well Mind, Kamis, (9/9/2021): 

  1. Apakah ini pertama kalinya dia selingkuh?
  2. Apakah dia menyadari sepenuhnya dampak perselingkuhan yang dilakukannya kepada kesehatan mentalmu?
  3. Apakah dia menyesal karena tidak setia kepada kamu?
  4. Apakah pasangan meminta maaf kepadamu atas perbuatannya?
  5. Apakah dia mengakui dirinya bersalah dan siap untuk melakukan beberapa perubahan dalam perilakunya?
  6. Apakah kamu siap untuk memercayainya lagi?
  7. Apakah kamu yakin dia menyesal dan benar-benar tidak akan mengulangi perbuatannya?
  8. Apakah kamu pernah memikirkan untuk balas dendam?
  9. Apakah hubungan kalian memang layak diselamatkan?
  10. Apakah kamu dan dia bersedia untuk memperbaiki hubungan kalian dan belajar bagaimana menyelesaikan masalah yang mendasarinya?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan diatas dengan jujur. Kemungkinan besar kamu akan bisa melihat dan menyadari apakah pasangan layak mendapatkan kesempatan kedua atau tidak. 

Jika kamu memutuskan untuk memberi pasangan kesempatan kedua, pastikan dia tahu bahwa ini adalah kesempatan satu-satunya. Selain itu, kamu juga harus menekankan bahwa kesempatan kedua bukan berarti memaafkan dan melupakan begitu saja perbuatannya.

Pasangan yang selingkuh harus mau menjelaskan alasannya berselingkuh. Dia juga perlu menyadari bahwa kamu mungkin butuh waktu untuk bisa memercayainya seperti dulu. 

Namun, tidak semua perselingkuhan bisa dimaafkan, atau layak mendapat kesempatan kedua. Jika pasangan melakukan hal-hal ini, mungkin kamu harus benar-benar mempertimbangkan untuk kembali bersama. Sederhananya, kamu disarankan mengakhiri hubunganmu, jika hal-hal berikut terbukti benar:

  1. Pasangan berselingkuh dengan mantannya.
  2. Perselingkuhan itu terjadi jangka panjang.
  3. Dia tampak tak menyesal sedikit pun. Alih-alih minta maaf, dia malah bersikap defensif dan menyalahkanmu.
  4. Perselingkuhan terjadi lebih awal dalam hubungan.
  5. Ini bukan perselingkuhannya yang pertama. Artinya, selingkuh sudah menjadi kebiasaannya. 
  6. Pasangan kasar atau mengendalikan. Ini tidak hanya berlaku pada saat dirinya selingkuh. Tanpa perselingkuhan pun kamu seharusnya sudah meninggalkan pasangan yang kasar.[]