Olahraga

Tantang Lopez, Kambosos Bawa Jalan Berat Seumur Hidup

George Kambosos Jr untuk pertamakalinya turun bertanding demi gelar juara dunia menghadapi lawan asal Amerika Serikat, Teofimo Lopez.


Tantang Lopez, Kambosos Bawa Jalan Berat Seumur Hidup
Petinju asal Australia, George Kambosos Jr, bersiap menantang juara dunia kelas ringan multigelar, Teofimo Lopez, di New York, Amerika Serikat, 27 November 2021. (TWITTER/George Kambosos Jr)

AKURAT.CO, Lahir di Sidney, Australia, 14 Juni 1993, George Kambosos Jr akhirnya sampai pada peluang terbesar dalam kariernya sebagai petinju. Berusia 28 tahun dengan catatan tak terkalahkan, Kambosos untuk pertamakalinya turun bertanding demi gelar juara dunia menghadapi lawan asal Amerika Serikat, Teofimo Lopez.

Ya, bertempat di Hulu Theatre, New York, AS, Sabtu (27/11) nanti, Kambosos akan bertarung untuk merebut gelar juara dunia kelas ringan WBA (Super), IBF, dan WBO. Asal tahu saja, Lopez adalah bintang yang bersinar selepas mengalahkan Richard Commmey dan Vasiliy Lomachenko di dua laga terakhir untuk gelar tersebut.

Kambosos menganggap pertarungannya menghadapi Lopez sebagai hasil dari jalan sulit yang ditempuhnya. Ia memulai dari klub biasa di Sidney di usia 19 tahun menghadapi petinju asal Filipina, Jayson Mac Gura, pada 2013 dan sejak itu mulai mengumpulkan jumlah laga untuk kesempatan pertarungan elite.

“(Pertarungan melawan Lopez) ini bermakna semuanya,” kata Kambosos sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Saya menjalani jalan yang berat. Itu berarti lebih dari sekadar sabuk. Ini berarti lebih dari sekedar pundi-pundi, yang mana saya tidak pedulikan. Ini bermakna lebih dari semuanya. Ini bermakna seluruh hidup saya.”

Kambosos tampaknya benar-benar emosional dengan pertarungan melawan Lopez. Ia bahkan menghubungkannya dengan sejumlah peristiwa yang terjadi di dalam keluarganya seperti kelahiran anaknya diikuti dengan kematian kakeknya.

“Semua yang sudah saya lakukan sejak berusia sepuluh, sebelas tahun, jalan yang berat, benar-benar membuatnya layak untuk mendapatkan posisi ini, bakal mengukuhkan semua kesepadanannya. Malam-malam yang larut, pengorbanan, masa-masa jauh dari keluarga dan anak, melewatkan perayaan,” ucap Kambosos.

“Kemarin adalah hari ulang tahun istri saya dan sudah dua tahun beruntun saya melewatikannya. Kematian kakek saya, saya bahkan belum punya kesempatan untuk berduka karena saya sangat terikat dengan pertarungan ini. Semuanya ada dalam satu bola.”

Melawan Lopez akan menjadi pertarungan ke-20 dalam karier Kambosos yang sejauh ini punya catatan 19 laga tak terkalahkan di mana sepuluh di antaranya dicapai dengan KO. Sementara Lopez akan menempuh laga ke-17 juga dengan catatan tak terkalahkan.[]