Olahraga

Tantang Ahsan/Hendra di Final, Duet Malaysia Enggan Terbebani Cetak Sejarah

Tantang Ahsan/Hendra di Final, Duet Malaysia Enggan Terbebani Cetak Sejarah
Pebulu tangkis ganda putra asal Malaysia Aaron Chia dan Soh Wooi Yik mengembalikan kok ke pebulu tangkis ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan pada East Ventures Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik menjejak ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 selangkah lagi mencetak sejarah bagi negaranya.

Sejak kejuaraan bulutangkis paling bergengsi se-antero bumi ini digelar pada 1977, belum ada satupun atlet asal Malaysia yang keluar sebagai juara dunia. Pebulutangkis Negeri Jiran terbaik dalam ajang ini adalah Lee Chong Wei, dengan empat perak dan satu perunggu.

Sementara dari sektor ganda putra, prestasi terbaik Malaysia dibuat oleh Misbun Sidek/Jalani Sidek dengan satu perak (1987) dan dua perunggu (1980, 1989) dan mantan pasangan nomor satu dunia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dengan satu perak (2010) dan satu perunggu (2009).

baca juga:

Atas dasar tersebut, Aaron/Wooi Yik berpeluang menjadi juara dunia pertama dari Malaysia. Namun itu jika mereka mampu meraih kemenangan atas duet ganda putra senior Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di final.

Apalagi, Aaron/Wooi Yik punya modal apik dengan berhasil mengalahkan Ahsan/Hendra dalam dua bentrokan terakhir, meski secara head to head tertinggal 3-7. Salah satunya adalah ketika menang dalam perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 pada Juli 2021 lalu.

Namun, Aaron/Wooi Yik justru mengaku enggan terlalu memikirkan hal itu. Alih-alih berambisi mencetak sejarah, pasangan nomor enam dunia itu memilih fokus pada diri sendiri jelang laga final.

"Tentu saja kami tidak berpikir terlalu jauh untuk membuat sejarah dan detail lainnya seperti itu,” kata Aaron Chia, sebagaimana dipetik dari media Malaysia, New Strait Times, Sabtu (27/8).

"Untuk saat ini, kami hanya ingin fokus pada apa yang perlu kami lakukan besok karena misi kami belum berakhir."

Aaron/Wooi Yik lolos ke final setelah melalui pertarungan super ketat nan sengit berdurasi 77 menit melawan unggulan ketujuh, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. Mereka menang rubber gim dengan skor 20-22, 21-18, 21-16.

"Kami sedikit gugup menjelang akhir, tetapi kami hanya melakukan yang terbaik untuk fokus. Kami terus saling menyemangati selama pertandingan," kata Aaron.

“Saya pikir itu terbukti menjadi faktor kemenangan bagi kami, dan di situlah kami menang hari ini.”[]