Ekonomi

Tanpa Pusing, Mari Simak Cara Membuat Laporan Keuangan Praktis Bagi Para UKM!

Laporan keuangan sangat penting tak hanya perusahaan besar saja, tapi membuat laporan keuangan juga diwajibkan untuk UKM


Tanpa Pusing, Mari Simak Cara Membuat Laporan Keuangan Praktis Bagi Para UKM!
Perajin membuat kerajinan tas, dompet, topi, tempat tisu dan sebagainya dari barang bekas, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/1). Kementerian Keuangan berencana menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sebelumnya 1 persen menjadi 0,5 persen guna memacu pertumbuhan UKM di Indonesia. ( ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/18)

AKURAT.CO Laporan keuangan sangat penting, tak hanya perusahaan besar saja tapi membuat laporan keuangan juga diwajibkan untuk usaha yang kecil sekalipun atau seperti UKM.

Dengan adanya laporan keuangan, Anda menjadi tahu uang digunakan untuk apa saja hingga kebijakan agar uang terus bertambah. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak para pelaku usaha kecil atau UKM yang mengabaikan laporan keuangan.

Alhasil keuangan tidak terkontrol dengan baik, uang bisa habis begitu saja, yang pada akhirnya uang UKM tidak bisa mengembangkan UKMnya lagi, kemudian bangkrut. Kemungkinan besar, tidak mengerti cara membuat laporan keuangan menjadi alasan kuat kenapa para pelaku UKM mengabaikan laporan keuangan usaha.

Oleh karena itu, agar UKM tetap berjalan lancar ulasan ini akan mencoba untuk memberikan gambaran sederhana beserta ilustrasi cara membuat laporan keuangan sederhana. Laporannya cukup mudah dipahami dan dipraktikkan oleh siapa saja, dilansir dari Cermati.

Laporan Keuangan Sederhana dalam Ilmu Akuntansi

Perlu diketahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak bisa terlepas dengan ilmu akuntansi. Karena itu, Anda perlu memahami sedikit tentang siklus akuntansi dan beberapa istilah dalam ilmu akuntansi. Terdengar rumit, tetapi Anda tidak perlu khawatir. Sebab istilah-istilah tersebut tidak akan membuat Anda pusing tujuh keliling kalau hanya untuk membuat laporan keuangan sederhana.  

Karena mempelajari siklus akuntansi, waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat. Di sini tidak akan dibahas mengenai banyak hal tentang akuntansi, tetapi hanya prinsip akuntansi yang digunakan untuk mensimulasikan laporan keuangan tersebut. Secara sederhana berdasarkan kegiatannya, siklus akuntansi memuat beberapa aktivitas, yaitu pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan laporan keuangan.

Sekilas Mengenai SAK ETAP untuk UKM

Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah ketetapan yang dihasilkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan diterbitkan pada 17 Juli 2009 yang mulai berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2011. Standar tersebut dibuat untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin menggunakan prinsip-prinsip laporan keuangan untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, laporan arus kas, dan sebagainya.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu