Olahraga

Tanpa Pilihan, Zii Jia "Dipaksa" Kembali ke BAM?

Lee Zii Jia bakal kehilangan peluang tampil di Olimpiade Paris 2024.


Tanpa Pilihan, Zii Jia
Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, diharapkan kembali ke BAM. (BAM)

AKURAT.CO, Keputusan pebulutangkis tunggal putra terbaik Malaysia, Lee Zii Jia, untuk mundur dari pelatihan nasionalnya kini menjadi krisis terbaru di negara tetangga tersebut. Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) telah mengambil keputusan tidak akan mendaftarkan Zii Jia ke turnamen internasional dalam dua tahun ke depan.

“Mengikuti pertimbangan menyeluruh, BAM mencapai keputusan untuk tidak mendaftarkan Zii Jia ke turnamen internasional dalam periode dua tahun efektif mulai 18 Januari (2022),” kata Deputi Presiden BAM, Jahaberdeen Yunos, sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

Zii Jia mengirimkan surat permohonan pengunduran diri Pelatnas Malaysia pada 11 Januari lalu. Pebulutangkis ranking tujuh dunia juara All England 2021 tersebut mengaku tidak mampu mengatasi tekanan di tim nasional di mana ia diharapkan bisa menjadi penerus legenda bulutangkis Malaysia yang sudah pensiun, Lee Chong Wei.

baca juga:

BAM juga mengakui bahwa Zii Jia sempat memasukkan beberapa ketentuan persyaratan untuk bertahan di pelatnas. Namun, BAM menolak ketentuan tersebut karena menganggap Zii Jia menjadi berbeda dari para penghuni pelatnas lainnya.

“Pada satu diskusi dengan komite (BAM), Zii Jia mendaftarkan ketentuan baru untuk melanjutkan kariernya bersama BAM. Berdasarkan pertimbangan menyeluruh, BAM mencapai keputusan untuk menolak ketentuan tersebut,” kata Jahaberdeen.

“Ketentuan yang dia inginkan adalah untuk memiliki timnya kepelatihannya dan layanan pendukungnya sendiri, untuk merancang turnamen dan mendapatkannya sponsornya sendiri.”

Keputusan BAM menskors hak pendaftaran Zii Jia ke turnamen internasional jelas merupakan pukulan telak terhadap sang atlet. Hal tersebut seperti menempatkan Zii Jia di posisi tanpa pilihan kecuali kembali ke BAM.

Salah satu pertimbangan terbesar adalah pebulutangkis berusia 23 tahun tersebut bakal kehilangan peluang tampil di Olimpiade Paris 2024. Pun demikian, BAM tidak menutup pintu bagi Zii Jia untuk kembali ke pelukan mereka.

“BAM cukup baik dan kami siap menerima kembali para pebulutangkis ini dengan tangan terbuka, jika mereka siap untuk mengajukan banding,” kata Jahaberdeen. “Tetapi kami mesti berjelas-jelas bahwa BAM lebih besar ketimbang pemain manapun. Ini adalah kepentingan nasional.”[]