News

Tangkap Buron Korupsi Selama 15 Hari, Eks Pegawai Sindir Pimpinan KPK Agar Belajar dari Kejaksaan Agung

Yudi menuturkan dirinya memberikan apresiasi lantaran ke Kejagung berhasil membawa Apeng pulang ke Indonesia dalam kurun waktu yang cepat.


Tangkap Buron Korupsi Selama 15 Hari, Eks Pegawai Sindir Pimpinan KPK Agar Belajar dari Kejaksaan Agung
Ketua WP KPK, Yudi Purnomo saat memberikan keterangan kepada awak media (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo turut menyorot adanya keberhasilan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berhasil menangkap buron korupsi Surya Darmadi alias Apeng.

Yudi menuturkan dirinya turut memberikan apresiasi lantaran Kejagung berhasil membawa Apeng pulang ke Indonesia dalam kurun waktu yang cepat.

"Setelah lebih berani dan unggul menangani kasus besar dan kini bahkan berhasil menangkap buronan, tentu harus diapresiasi," ujar Yudi dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/8/2022).

baca juga:

Yudi menyebut hal tersebut harusnya bisa menjadi pelajaran dan intropeksi diri bagi lembaga antirasuah dengan adanya kemajuan pesat yang dilakukan Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi yang ada.

"Pimpinan KPK tentu harus instropeksi terhadap kemajuan pesat yang dilakukan oleh Kejaksaan agung," ujarnya.

Menurutnya adanya keberhasilan yang dilakukan Kejagung dalam memboyong pulang Apeng ke Indonesia, menjadi suatu pembelajaran tersendiri untuk KPK. Pasalnya, KPK telah memburu Apeng dalam kurun waktu 3 tahun belakangan, namun tak membuahkan hasil dengan membawa Apeng pulang.

"Tentu KPK juga harus belajar ke Kejaksaan Agung bagaimana bisa menangkap buronan yang telah 3 tahun bisa dalam waktu 15 hari," tuturnya.

Awal Agustus 2022, Kejagung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka dugaan penyerobotan lahan kelapa sawit dengan luas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 78 triliun.

Kejagung tiga kali memanggil Surya untuk menjalani pemeriksaan namun mangkir. Minggu kedua Agustus 2022, Imigrasi atas permintaan Kejagung mencekal Surya. Beredar kabar dia bersembunyi di Singapura.

Surya Darmadi menyerahkan diri pada Senin (15/7/2022). Dia dijemput penyidik Kejagung di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke kantor Kejagung. Setelah diperiksa, Surya langsung ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Selain ditetapkan jadi tersangka di Kejagung, Surya diketahui juga jadi tersangka di KPK dan dinyatakan buron sejak 2019.

KPK menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus korupsi revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014. Hasil penyidikan lembaga anti rasuah menyebut Surya menyuap Annas Makmun selaku Gubernur Riau sebesar Rp 3 miliar.[]