News

Tanggapi Pernyataan Ketum Projo, Gembong: Siapapun Tidak Bisa Mendikte PDIP

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan relawan pro Jokowi alias Projo tidak bisa mendikte kebijakan internal partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terkait dengan sikap politiknya di tahun 2024.

Tanggapi Pernyataan Ketum Projo, Gembong: Siapapun Tidak Bisa Mendikte PDIP
Nagita DPRD DKI Jakarta Komisi A dari Fraksi PDIP Gembong Warsono, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/8) (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan, relawan Pro Jokowi alias Projo tidak bisa mendikte kebijakan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terkait dengan sikap politiknya di tahun 2024. Gembong menyatakan soal sosok yang dicalonkan sebagai calon presiden di partai PDI Perjuangan diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

"Kalau soal (sikap) partai kan ada mekanismenya sendiri yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Yang kedua partai sudah memberikan mandat kepada ketua umum, diberikan hak prerogatif jadi siapapun tidak bisa mengatur atau mendikte PDI Perjuangan," katanya kepada Akurat.co, Selasa (16/8/2022). 

Dia mengatakan partainya sudah memiliki pola tetap dalam penentuan calon presiden 2024 yang ditetapkan melalui mekanisme kongres, di forum tertinggi partai. Karenanya sikap PDI Perjuangan berdasarkan keputusan kongres adalah menyerahkan sepenuhnya kepada ketua umum. 

baca juga:

"Karena PDI Perjuangan sudah mempunyai mekanisme baku yang dimiliki berdasarkan hasil kongres," katanya. 

Dia membenarkan bahwa PDI Perjuangan memiliki perangkat dan mesin partai yang sudah rapi dan terlatih karenanya PDI Perjuangan tidak bisa lagi didikte oleh kelompok relawan manapun. 

"PDIP ini mesin yang sudh bergerak sejak Lama. Prinsip dasarnya seperti itu," ungkapnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Projo relawan Pro Jokowi Budi Arie menyatakan bahwa partai-partai akan hati-hati menentukan kiblat politik dan sosok yang akan dicalonkan sebagai calon presiden karena bila kalah maka potensial akan terperosok dan masuk penjara. Menanggapi itu ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi juga mengkritik pernyataan Budi Ari itu. 

"Loh kok ini malah aneh, ada wadah relawan besar kok malah menakut-nakuti. Jangan asal bicara dan merusak proses demokrasi," ujar Prasetyo kepada wartawan. []