News

Tanggapi Menko Perekonomian Soal New Normal, Said Didu: Harusnya Mengutamakan Penyelamatan Rakyat bukan Coba-coba


Tanggapi Menko Perekonomian Soal New Normal, Said Didu: Harusnya Mengutamakan Penyelamatan Rakyat bukan Coba-coba
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu (Facebook/ Muhammad Said Didu)

AKURAT.CO, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu merespon pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut akan menghentikan New Normal jika kasus corona naik.

"Karena masalah ini terkait dengan nyawa manusia, kebijakan harusnya mengutamakan penyelamatan nyawa - bukan coba-coba," ujar @msaid_didu di Twitter.

Said Didu menilai seharusnya kebijakan tersebut diberlakukan dengan jaminan korban tidak akan bertambah.

"Bukan kalau ada korban akan dihentikan," katanya.

Netizen pun turut menanggapi cuitan Said Didu. "yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan mati cuma diistilahkan new normal biar kelihatan halus :)," kata @MFirdausan.

"Rakyat nya aja coba-coba.. coba-coba ke mall pas lagi PSBB, coba-coba ke toko baju pas lagi PSBB, coba-coba kumpul ga pake APD, coba-coba cari corona tapi di jalan dijegat petugas akhir nya ribut. Daripada ribut terus, mending urus aja diri sendiri..," ujar @BashirRidho.

"Sangat disayangkan.... Harusnya setiap kebijakan berdasarkan reserch or kajian ilmiah. Jangan berdasarkan coba - coba. Kayak iklan ajaaa..." kata @syaiful_oke.

Airlangga Hartarto menyatakan pemberlakuan aktivitas new normal hanya di daerah yang penyebaran virus corona telah melandai. Namun, apabila terjadi gelombang kedua penularan virus corona, aktivitas bisa kembali dihentikan.

"Kalau terjadi secondary wave (gelombang kedua) maka kegiatan akan dihentikan kembali dan kegiatan pun akan terganggu kembali," kata Airlangga setelah rapat kabinet terbatas lewat video conference, Rabu (27/5/2020).

Oleh karena itu, kata Airlangga, pemerintah menempatkan aparat TNI dan Polri untuk menjaga kedisiplinan masyarakat terutama di tempat-tempat publik yang penuh dengan keramaian.[]