Rahmah

Tanggapi Komentar Miring Soal Islam, Ketua PP Muhammadiyah: Nggak Usah Marah, Sejak Zaman Nabi Sudah Ada

Dadang Kahmad menganggap fenomena Islamophobia sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW.


Tanggapi Komentar Miring Soal Islam, Ketua PP Muhammadiyah: Nggak Usah Marah, Sejak Zaman Nabi Sudah Ada
Dadang Kahmad (tvMu)

AKURAT.CO  Istilah Islamophobia sepertinya selalu menjadi perbincangan di media sosial yang tiada hentinya. Bukan tanpa sebab, lantaran banyaknya komentar serta konten berbusana Islam, yang justru menyudutkan umat Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 32 yang berbunyi:

يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Artinya: "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai,".

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menganggap bahwa fenomena seperti itu tidak aneh karena sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW. Menurutnya, pada zaman dahulu, sudah ada ada musuh-musuh Islam yang selalu menginginkan agama Islam hancur dan terpecah belah.

Dadang menyebut, jika di masa sekarang, kemerdekaan berpendapat di media sosial sangat luar biasa. Setiap orang bebas mengatakan apapun, sehingga narasi-narasi yang memojokkan agama Islam semakin hari semakin bertambah. 

"Bahkan banyak sekali narasi-narasi yang membuat umat Islam marah. Tetapi sebetulnya tidak usah marah," tutur Dadang dalam acara Catatan Akhir Pekan TvMu pada, Senin (20/09/2021).

Dadang kemudian mengutip Al-Qur'an Surah Al-Furqan ayat 63 yang berbunyi:

وَعِبَادُ الرَّحۡمٰنِ الَّذِيۡنَ يَمۡشُوۡنَ عَلَى الۡاَرۡضِ هَوۡنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الۡجٰهِلُوۡنَ قَالُوۡا سَلٰمًا

Artinya: "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan "salam,".

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Gunung Jati ini mengajak umat Islam untuk tidak merespon sebagian orang yang suka mengadu domba serta menyudutkan umat. Karena hal tersebut justu akan menyulut api permusuhan yang baru.

"Kalau kita tidak menanggapi, seperti halnya mereka meninju sebuah kapas, tidak ada dayanya," ujarnya.

Dadang menegaskan,  ketika umat Islam merespon hal-hal yang berkaitan atas tuduhan negatif yang dialamatkan kepada Islam, justu mereka akan senang dan bangga. Dikarenakan rating media sosial mereka semakin naik, karena secara tidak langsung kita telah memberi panggung kepada mereka.

"Islamophobia sengaja dikondisikan untuk kepentingan agama mereka, atau ada kepentingan-kepentingan untuk politik dan sebagainya," ungkap pria kelahiran Garut, 5 Oktober 1952 tersebut. []