Rahmah

Tanggapi Kasus Bunuh Diri NWR, Komisioner Komnas Perempuan Tegaskan Negara Harus Hadir dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual

Komisioner Komnas Perempuan Imam Nakha’i menyampaikan, kekerasan seksual memiliki dampak yang serius terhadap korban, khususnya bagu korban perempuan.


Tanggapi Kasus Bunuh Diri NWR, Komisioner Komnas Perempuan Tegaskan Negara Harus Hadir dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual
Ilustrasi Kekerasan Seksual (Akurat.co)

AKURAT.CO  Belakangan ini, sosok berinisial NWR ramai diperbincangkan publik. Pasalnya, mahasiswi Universitas Brawijaya ini ditemukan meninggal dunia dengan cara bunuh diri di makam ayahnya. 

Kasus tersebut kini telah menjadi sorotan dan mendapat respon dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komnas Perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i menyampaikan, kasus bunuh diri akibat kekerasan seksual telah beberapa kali terjadi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa kekerasan seksual memiliki dampak yang serius terhadap korban, khususnya korban perempuan. 

Pihaknya juga menyebut, dalam Komnas Perempuan sendiri mencatat bahwa kekerasan seksual bukan hanya berdampak traumatik yang berkepanjangan, melainkan juga dampak fisik, ekonomi dan juga sosial. Sebab, masyarakat umumnya menyalahkan korban kekerasan seksual yang berakibat semakin memperdalam trauma perempuan korban.

Oleh karena itu, Imam Nahe'i menegaskan, bunuh diri merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Meskipun, pada masa Nabi Musa, bunuh diri pernah menjadi pilihan untuk pertaubatan dalam rangka penebusan dosa.

"Dalam situasi apapun sesungguhnya dilarang oleh agama, karena setiap musibah, ujian  selalu ada jalan keluar jika dicarikan secara sungguh sungguh. Sekalipun dalam tradisi agama Yahudi (umat nabi Musa), bunuh diri pernah menjadi pilihan untuk pertaubatan penebusan dosa (Al Baqarah, 53)," ujarnya kepada Akurat.co, Rabu (8/12/2021).

Meskipun begitu, dalam kasus ini Imam Nahe'i menjelaskan alasan perempuan korban kekerasan melakukan bunuh diri. 

Pertama, karena trauma yang sangat mendalam, melebihan akibat kekerasan lainnya.

Kedua, cara pandang masyarakat yang masih melihat korban kekerasan seksual sebagai pelaku yang dipersalahkan.

Ketiga, minimnya bahkan nihilnya pemenuhan hak hak korban, khususnya hak kebenaran, hak keadilan, hak pemulihan dan hak tidak terjadinya pengulangan.

Keempat, dalam hal ini, jelas masyarakat memilki peran terhadap terjadinya perilaku bunuh diri akibat kekerasan seksual yang perempuan alami. Seandainya masyarakat sehat, dengan menerima mereka secara baik, maka perempuan akan terbantu untuk melakukan pemulihan atas dirinya.

Dengan demikian, menurut Imam Nahe'i, kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan dan melanggar terhadap martabat kemanusiaan (Al karamah Al insaniyah). Sehingga, negara wajib segera mengambil langkah langkah yang cepat dan tepat guna menghentikan terjadinya kekerasan seksual.

"Masyarakat juga harus terlibat di dalam upaya ini, dengan memahami secara baik mengapa terjadi kekerasan seksual, apa dampaknya, dan yang lebih penting memberikan dukungan pada korban agar bisa pulih dari traumanya," tandasnya. []