Entertainment

Tanggapan Pihak Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Atas Somasi Dari Steven

Tanggapan Pihak Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Atas Somasi Dari Steven
Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag. (Instagram/@v.andrianto)

AKURAT.CO, Kasus dugaan penipuan yang dialami oleh Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag belum juga usai. Bahkan, Jessica dan Vincent mendapat somasi dari Christoper Steffanus Budianto alias Steven.

Menanggapi somasi yang dilayangkan, Jessica Iskandar bersama suami dan tim kuasa hukum menggelar jumpa pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (13/08). Diketahui somasi masuk pada 5 Agustus 2022.

Kuasa hukum Jedar dan Vincent, Rolland E. Potu mengatakan bahwa isi somasi dari kuasa hukum Steven menyatakan bahwa kliennya diduga melakukan pencemaran nama baik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.

baca juga:

"Jadi, yang mau saya garis bawahi begini karena di dalam surat somasi daripada kuasa hukum terlapor Steven tersebut tidak memasukkan lex generalisnya. Lex generalisnya adalah pasal ini bertumpu pada 310 dan 311 KUHP di mana di situ adalah pencemaran nama baik," ujar Rolland E. Potu dalam jumpa pers dikutip dari YouTube Populer Seleb.

Rolland menjelaskan lebih dalam bahwa dalam SKB Menteri Pasal 27 Ayat 3 tidak dapat dilepaskan dari pasal 310 dan 311. Rolland mengungkapkan dalam surat tanggapan somasi, telah menyatakan pihaknya akan terus mengawal kasus yang telah dilaporkan sebelumnya. Pihaknyaa pun yakin penyidik akan memproses kasus tersebut, sehingga hak-hak kliennya dapat terpenuhi.

"Harus dibalikkan lagi haknya dia kepada keadaan semula sebagaimana perkap juga mengatur masalah restorative justice di situ ada. Disebutkan yang paling diutamakan, dititikberatkan adalah pengembalian hak kepada korban," jelasnya.

Tanggapan Pihak Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Atas Somasi Dari Steven - Foto 1
Tangkapan layar jumpa pers Jessica Iskandar, Vincent Verhaag dan kuasa hukum YouTube/Populer Seleb

Selain itu, dalam surat kuasa yang menjadi lampiran dalam somasi didapati dugaan cacat formil. Karena tidak disebutkan di mana surat kuasa ditandatangani.

Lebih lanjut, Rolland juga mengatakan dalam domain hukum pidana tidak perlu ada somasi.

"Ketika dia meyakini ada bukti yang cukup, bisa langsung melapor. Contoh kayak kita, kita memasukkan laporan ini tidak didahului somasi tapi diterima. Makanya kita bingung, isi somasi ini menyebut pasal pidana," ucap Rolland.

"Harusnya somasi itu terhadap domain keperdataan, itupun khusus, terhadap wanprestasi. Misalnya lawan telat melaksanakan segala sesuatunya, lawan telah lalai memenuhi kewajibannya itu dalam domain perdata," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jessica Iskandar memberikan tanggapanya. Ibu dua anak ini menyatakan bahwa ia yakin dan optimis akan laporan yang telah dibuat pada 15 Juni 2022 lalu dapat segera diproses.

"Jadi, pemulihan hak saya sebagai korban dapat dipenuhi kembali seperti keadaan semula," tutur Jessica Iskandar.[]