News

Tanggapan Dua Politisi Demokrat Soal Keberadaan Harun Masiku yang Diduga Sudah di Indonesia


Tanggapan Dua Politisi Demokrat Soal Keberadaan Harun Masiku yang Diduga Sudah di Indonesia
Elite Partai Demokrat Benny K Harman (Twitter/BennyHarmanID)

AKURAT.CO, Polikus Partai Demokrat, Benny K Harman mempertanyakan kebenaran informasi yang disampaikan Ditjen Imigrasi serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly perihal keberadaan Caleg PDIP Harun Masiku yang diduga sebagai pemberi suap kepada Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Sebelumnya Ditjen Imigrasi dan Yasonna mengatakan bahwa Harun telah bepergian ke luar negeri sejak tanggal 6 Janurai 2020, tepatnya 2 hari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wahyu Setiawan di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (8/1/2020).

Baik Ditjen Imigrasi maupun Yasonna berpendapat bahwa Harun masih berada di luar negeri. Namun, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan media Tempo, Harun telah kembali ke Indonesia sejak Selasa (7/1). Bahkan, Tempo memiliki sejumlah bukti keberadaan Harun di Indonesia, salah satunya yaitu rekaman CCTV di Bandara Soekarno Hatta yang memperlihatkan sosok pria yang diduga sebagai Harun. 

Tempo sudah merilis hasil penelusurannya tersebut melalui berita edisi (18/1/) dengan judul "Harun Di Pelupuk Mata Tak Tampak". 

"Rekaman CCTV Tunjukan Harun Masiku Sudah Pulang ke Indonesia? Betul kah ini? Berarti Dirjen Imigrasi dan Menkumham telah berbohong di siang hari bolong," kata Benny melalui akun Twitter pribadinya setelah membaca berita tersebut. 

Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan apakah Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sudah mengetahui hal itu. 

"Apakah Presiden Jokowi sudah tau ini? Menkopolhukam sudah mencium bau menyengat dari kebohongan ini?," kata Benny. 

Bukan hanya Benny, politisi Demokrat lainnya, Jansen Sitindaon juga angkat suara terkait pemberitaan Tempo tersebut. Ia bahkan meminta agar KPK segera menetapkan Harun dengan status daftar pencarian orang (DPO). 

"Harun Masiku ini sdh status DPO belum ya? Tolong disegerakan @KPK_RI! Biar kami rakyat punya "legal standing" ikut mencarinya. Karena terlihat negara sudah kalah! Sesuai Perkap 14/2012 dan Perkaba 3/2014 tulis nomor penyidiknya agar yang menemukan bisa menghubungi dan serahkan kesana," kata Jansen.