News

Tangani 370 Perkara, Polisi Gencar Sosialisasi Bahaya Pinjaman Online

Jokowi mengatakan, meski layanan pinjol dapat membantu masyarakat, namun di lain sisi juga turut menimbulkan masalah.


Tangani 370 Perkara, Polisi Gencar Sosialisasi Bahaya Pinjaman Online
Ilustrasi - Bareskrim Mabes Polri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sebanyak 370 perkara pinjaman online (pinjol) tengah ditangani Bareskrim Polri mulai dari tahun 2020 sampai 2021.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika mengatakan, polisi akan terus berupaya membongkar kasus pinjol ilegal lainnya yang masih merajalela di Tanah Air.

"Bahwa Polri telah menangani kasus pinjaman online sebanyak 370 perkara dengan penyelesaian sebanyak 93 perkara," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika saat dikonfirmasi, Selasa (12/10/2021).

Helmy memerinci 93 kasus yang selesai dilidik dan sidik. Sebanyak delapan perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan, 20 perkara diterbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), 63 perkara henti lidik, dan dua perkara dicabut laporannya oleh pelapor.

"Masih ada sekitar 279 kasus yang saat ini masih dalam proses penyelidikan dan ada dua proses penyidikan," ujar Helmy.

Helmy menjelaskan lima satuan kerja (satker) hingga saat ini masih menyelesaikan penanganan perkara tersebut. Diantaranya adalah Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber), Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Timur.

Brigjen Helmy mengatakan, Polri telah melakukan pencegahan pinjol dengan menerbitkan Surat Telegram Kabareskrim. Surat itu berisi petunjuk dan arahan kepada jajaran untuk membongkar kasus pinjol.

Selain pengungkapan kasus, Helmy menyebut pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terkait bahaya pinjol.

"Kemudian, kita juga telah melaksanakan sosialisasi melalui media online dan media sosial tentang bahaya pinjaman online oleh Divhumas Mabes Polri, Bidhumas Polda jajaran dan Humas Polres jajaran," ungkap Jenderal Bintang Satu itu.