News

Tandingi Junta Militer, Pemerintah Sipil Myanmar Minta Diundang ke KTT ASEAN di Jakarta

Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar juga ingin ikut menghadiri KTT khusus ASEAN di Jakarta pada Sabtu (24/4)


Tandingi Junta Militer, Pemerintah Sipil Myanmar Minta Diundang ke KTT ASEAN di Jakarta
Demonstran menyambut Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang dibentuk pada Jumat (16/4) oleh para politisi yang digulingkan militer (Al Jazeera)

AKURAT.CO, Pemimpin Pemerintahan Militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing rencananya akan menghadiri KTT khusus ASEAN di Jakarta pada Sabtu (24/4). Hal ini rupanya menuai reaksi pemerintah bayangan dari kalangan sipil Myanmar. Mereka juga minta disediakan kursi dalam pertemuan tersebut.

Dilansir dari AFP, pemerintah bayangan berjuluk 'pemerintah persatuan nasional' (NUG) dibentuk pada Jumat (16/4) oleh para politisi yang digulingkan. Sebagian besar berasal dari partai Aung San Suu Kyi, tetapi ada juga politisi etnis minoritas. Mereka mengeluh belum dijangkau oleh ASEAN.

"Jika ASEAN ingin membantu menyelesaikan situasi Myanmar, tak akan ada yang bisa dicapai jika tidak berkonsultasi dan bernegosiasi dengan NUG yang didukung oleh rakyat dan memegang legitimasi penuh. Penting agar dewan militer ini tidak diakui. Ini perlu ditangani dengan hati-hati," tegas Wakil Menteri Luar Negeri NUG Moe Zaw Oo kepada Voice of America Burma pada Minggu (18/4).

Sehari sebelumnya, juru bicara kementerian luar negeri Thailand Tanee Sangrat mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin dari 10 negara ASEAN, termasuk Min Aung Hlaing, telah mengonfirmasi akan menghadiri pertemuan pada 24 April di Jakarta. Undangan terhadap orang nomor satu di militer Myanmar itu pun menuai cemoohan dari para aktivis. Mereka mendesak para pemimpin asing agar tidak secara resmi mengakui pemerintahan militer.

Negara Asia Tenggara ini bergolak sejak kudeta 1 Februari. Pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 730 demonstran prodemokrasi, menurut sebuah kelompok aktivis. Tak sampai di situ, pasukan keamanan juga menargetkan media. Pada Minggu (18/4) malam, reporter lepas Jepang Yuki Kitazumi ditangkap di rumahnya di Yangon, menurut keterangan asistennya.

Pada bulan Februari, ia dipukuli dan ditahan sebentar selama tindakan keras terhadap demonstran. Namun, ia lantas dibebaskan.

Jumlah wartawan yang ditangkap sejauh ini mencapai lebih dari 65 orang. Setidaknya 34 orang masih ditahan, menurut kelompok pemantau Reporting ASEAN.

Otoritas juga mengumumkan pada Minggu (18/4) bahwa 20 selebriti lainnya dan 20 dokter akan ditambahkan ke dalam daftar surat perintah penangkapan mereka. []