News

Tandingi AS dan Rusia, China Ketahuan Bangun 110 Fasilitas Rudal Nuklir di Gurun Terpencil

China sedang membangun 110 silo (fasilitas peluncuran) rudal nuklir. Para ahli pun menyebutnya sebagai upaya konstruksi terluas sejak Perang Dingin.


Tandingi AS dan Rusia, China Ketahuan Bangun 110 Fasilitas Rudal Nuklir di Gurun Terpencil
Pembangunan fasilitas yang diyakini sebagai silo rudal nuklir ditemukan di gurun Hami, Xinjiang. (Foto: Planet Labs via Newsweek) ()

AKURAT.CO, China sedang membangun 110 silo (fasilitas peluncuran) rudal nuklir lainnya di gurun barat, menurut penelitian baru yang diterbitkan pada Selasa (27/7). Para ahli pun menyebutnya sebagai upaya konstruksi terluas sejak Perang Dingin.

Dilansir dari Newsweek, Matt Korda dan Hans Kristensen, pakar penimbunan senjata global untuk Proyek Informasi Nukir di Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) di Washington DC, mengatakan ladang rudal di Hami, Xinjiang, itu terbentang di area seluas sekitar 79.771 hektare. Padahal, baru 1 bulan sebelumnya, Pusat Kajian Nonproliferasi Martin (CNS) di California menemukan 120 pangkalan rudal di 386 km barat laut Yumen, Provinsi Ganzu.

"Keduanya merupakan ekspansi persenjataan nuklir serta instalasi rudal balistik antarbenua (ICBM) paling signifikan yang pernah ada di pelosok daratan China," bunyi laporan tersebut.

Tandingi AS dan Rusia, China Ketahuan Bangun 110 Fasilitas Rudal Nuklir di Gurun Terpencil - Foto 1
Planet Labs via FAS.org

Dalam temuan mereka, Korda dan Kristensen memperkirakan pembangunan situs Hami dimulai pada bulan Maret, sekitar sebulan setelah proyek pangkalan Yumen diyakini telah dimulai. Kubah lingkungan ditempatkan di setidaknya 14 silo dan sedang dipersiapkan untuk 19 pangkalan lainnya.

Laporan mereka pun mencatat jumlah total fasilitas peluncuran potensial kini mencapai sekitar 250.

"Saat ini, belum diketahui apakah semua silo akan terisi. Sejumlah analis mendukung hipotesis 'permainan cangkang' sedangkan yang lain, termasuk pejabat yang sudah kami ajak bicara, berasumsi kalau silo itu pada akhirnya akan diisi," ujar Kristensen.

'Permainan cangkang' mengacu pada strategi yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) selama Perang Dingin. Persenjataan nuklir akan terus dipindah-pindah di antara banyak silo untuk mengecoh lokasi sebenarnya dan kualitas kemampuan serangan nuklir negara tersebut.

Tandingi AS dan Rusia, China Ketahuan Bangun 110 Fasilitas Rudal Nuklir di Gurun Terpencil - Foto 2
Planet Labs via FAS.org

Selama beberapa dekade, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China telah mempertahankan sekitar 20 silo untuk ICBM DF-5 berkemampuan nuklir. Militer juga punya sekitar 100 peluncur ICBM yang dipasang di truk.

Ketika selesai, 250 pangkalan tambahan itu akan membuat jumlah ICBM berbasis silo milik China lebih besar daripada milik Rusia. Bahkan, totalnya sekitar separuh dari ukuran kapasitas ICBM AS.