Ekonomi

Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat Berkat PEN

Harapan untuk ekonomi bisa membaik pada kuartal II-2021 terbuka lebar.


Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat Berkat PEN
Tampak suasana gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk 2021, adalah sebesar Rp134,07 triliun hingga 16 April 2021. Angka itu sudah mencapai 19,2 persen dari alokasi sebesar Rp699,43 triliun. Anggaran tersebut meningkat 22 persen dibandingkan tahun 2020.

Rinciannya adalah untuk sektor kesehatan sebesar Rp176,30 triliun, dukungan sosial sebesar Rp157,41 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp184,83 triliun, insentif usaha sebesar Rp58,46 triliun serta Rp122,44 triliun untuk dukungan program prioritas.

Lima program tersebut diarahkan untuk menjadi game changer di tahun 2021 demi mendorong pemulihan ekonomi yang berujung pada pertumbuhan ekonomi yang kembali meningkat. Pasalnya harapan untuk ekonomi bisa membaik pada kuartal II-2021 terbuka lebar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyebut bahwa dunia sudah mulai kembali berproduksi lagi saat memasuki tahun 2021, terutama yang memiliki pasar di luar negeri.

"Survei Bank Indonesia menunjukkan perbaikan di periode kuartal 1 dan kuartal 2 awal," kata Dody saat webinar Akurat.co dengan tema 'Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi dalam Mengungkit Perekonomian di Masa Pandemi' di Jakarta, Selasa (4/4/2021), yang didukung oleh OJK dan PT Jamkrindo.

Meski belum melakukan investasi, dengan adanya kelonggaran kebijakan dari pemerintah, seperti pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuat dunia usaha kembali bergairah. Dengan adanya geliat ini, Dody berharap korporasi mulai mengajukan pembiayaan modal kerja kepada perbankan. Sebab, likuiditas perbankan sangat mencukupi untuk memberikan pembiayaan.

Dody juga menjelaskan, antara suku bunga dasar kredit dengan kebijakan suku bunga acuan BI sudah turun kurang lebih ke kisaran 3,9 hingga 4 persen dari sebelumnya dikisaran 4,25 persen. Artinya, lanjut Doddy, hanya dalam waktu dua bulan saja suku bunga dasar kredit perbankan juga sudah diturunkan.

Sehingga dengan penurunan suku bunga dasar kredit akan memberikan selisih terhadap suku bunga deposito yang tadinya dikisaran 10 persen sekarang bertahap turun ke 9 persen. Dengan kondisi ini, Doddy menilai sudah saatnya para pelaku usaha maupun korporasi untuk mulai melakukan pinjaman di perbankan.

“Jadi artinya ini positif. Sehingga harusnya kalau dalam suku bunga dasar kredit yang turun ini tentunya akan memberikan insentif kepada borrowers terhadap pelaku maupun korporasi untuk memulai start berpikir untuk melakukan pinjaman pada perbankan,” tambahnya. 

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu