News

Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Dicaplok Mafia, Kerugian Rp 17 Miliar, Dua Tersangka Sudah Dibui

Diduga otak pelaku kasus pencaplokan merupakan asisten rumah tangga


Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Dicaplok Mafia, Kerugian Rp 17 Miliar, Dua Tersangka Sudah Dibui

AKURAT.CO - Polda Metro Jaya menetapkan lima tersangka dalam kasus mafia tanah dengan korban selebritas Nirina Zubir dan keluarganya. Tiga dari lima tersangka sudah dijebloskan ke penjara.

"Ada lima orang tersangka dan kita sudah melakukan penahanan untuk tiga orang," jelas Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Tiga tersangka yang telah ditahan adalah Riri Khasmita dan suaminya Edrianto, dan seorang notaris bernama Farida. Riri Khasmita diketahui merupakan pembantu dari keluarga Nirina.

"Para tersangka dijerat pasal 378, 372, dan 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen," imbuhnya.

Petrus menjelaskan, ada enam sertifikat tanah dan bangunan milik keluarga Nirina yang dipindahtangankan oleh para tersangka. Sertifikat tersebut diketahui dipegang oleh Riri Khasmita karena sebelumnya dia dipercaya menjadi pengasuh dari ibu Nirina.

"Jadi total ada enam sertifikat. Kemudian sertifikat itu dipegang oleh yang namanya Riri. Itu Riri merupakan pengasuh dulunya ibu dari Mbak Nirina Zubir," kata Petrus.

Petrus menambahkan, Riri bersama keempat tersangka lain secara diam-diam membalik nama sertifikat tersebut. Setelah itu aset dijual dan sebagian digadaikan ke bank.

"Statusnya dua sertifikat sudah beralih, dijual ke pihak lain. Yang empat lagi diagunkan ke bank. Kisaran kerugian Rp 17 miliar," lanjutnya.

Riri diduga kuat sebagai otak dari kasus. Riri membalikkan nama seluruh sertifikat hak milik keluarga Nirina dengan menggunakan figur palsu bersama notaris yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Begitu gambaran kasusnya. Iya kami menggambarkannya seperti itu karena barang itu ada dalam penguasaannya (Riri)," tukasnya.[]