Olahraga

Tampil di Olimpiade, Greysia/Apriyani Diminta Bermain Lepas

Ganda putri terbaik tanah air itu bertekad menyumbang medali pertama kalinya sepanjang gelaran Olimpiade.


Tampil di Olimpiade, Greysia/Apriyani Diminta Bermain Lepas
Apriyani Rahayu saat menjalani latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta (PBSI)

AKURAT.CO, Satu-satunya wakil Indonesia pada cabang bulutangkis nomor ganda putri Olimpiade Tokyo, Greysia Polii/Apriyani Rahayu sedang fokus mematangkan persiapan menuju gelaran pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Ganda putri terbaik tanah air itu bahkan bertekad untuk menyumbang medali yang pertama kalinya sepanjang gelaran Olimpiade. Pun begitu, mereka diminta untuk tidak terlalu tertekan dan terus menjaga ekspetasi.

“Untuk sisi fisik mereka sudah siap, tetapi ini kan turnamen besar di olahraga. Jadi saya menaruh perhatian lebih pada masalah nonteknisnya,” kata pelatih kepala ganda putri Eng Hian di Pelatnas PBSI Cipayung.

“Bagaimana saya bisa menjaga mereka tidak berada di bawah tekanan atau terlalu berekspektasi tinggi, saya buat serileks mungkin seperti turnamen biasa saja.”

Selain itu, pelatih yang akrab disapa Didi itu juga mengatakan akan meminta bantuan tim psikolog di PBSI untuk mendampingi Greysia/Apriyani sejak saat ini hingga hari pertandingan tiba.

Bantuan tersebut diminta agar bisa terus memantau kondisi mental pemain supaya tetap bagus dan terjaga. Selain itu juga agar selalu bisa mengikis ketegangan saat bertanding di lapangan atau di luar lapangan.

“Saya pernah merasakan bagaimana tegangnya bermain di Olimpiade. Tegangnya bukan hanya di lapangan tapi kadang sebelum tidur juga ada rasa tegang dan kalau tidak bisa mengatasinya bisa merugikan,” sahut Didi.

Greysia/Apriyani yang saat ini berada di peringkat enam dunia dipastikan turun di Olimpiade tanpa turnamen pemanasan. Turnamen terakhir yang diikuti mereka adalah Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka, Januari lalu.

Di All England, Greysia/Apriyani gagal tanding karena seluruh tim Indonesia dipaksa mundur. Sementara itu turnamen Malaysia dan Singapura Terbuka yang rencananya menjadi turnamen sebelum ke Tokyo juga batal karena pandemi COVID-19.[]

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co