Ekonomi

Tambahan Modal untuk Hutama Karya Masih Digodok


Tambahan Modal untuk Hutama Karya Masih Digodok
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry TZ (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, , PT Hutama Karya meminta tambahan modal kepada pemerintah sebesar Rp12,5 Triliun guna menyelesaikan pembangunan Jalan Ton Trans Sumatera yang ditargetkan beroperasi pada 2019 dalam Perpres Nomor 100 Tahun 2014. 

Direktur Keuangan Anis Anjaya menjelaskan ada 6 ruas tol Trans Sumatera yang masih dalam progress, diantaranya : 
1. Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar : 82,88%
2. Ruas Medan – Binjai : 91,92%
3. Ruas Palembang – Sp Indralaya : 91,57%
4. Ruas Pekanbaru – Dumai : 7,02%
5. Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang : 64,98%
6. Ruas Pematang Panggang – Kayu Agung : 61,43%
Sementara, untuk ruas tol Trans Sumatera yang sudah selesai pengerjaannya yaitu, Ruas Medan-Binjai Seksi 2 (Semayang-Helvetia), Ruas Medan – Binjai Seksi 3 (Binjai – Semayang), Ruas Palembang – SP Indralaya Seksi 1 (Palembang – Pamulutan), Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar Sub Seksi 1 (Pelabuhan – Bakauheni), Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar Sub Seksi 5 (Lematang - Kotabaru) dan Ruas Palembang – SP Indralaya Seksi 3 (KTM – Indralaya).
 
Selanjutnya, ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah mulai beroperasi, ada tiga ruas antara lain, Ruas Medan-Binjai Gate Helvetia-Gate Marelan : 2,70 Km, Ruas Palembang - Indralaya : 15,00 km, Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar : 126,01 Km, dan Ruas Pekanbaru - Dumai : 9,50 Km. 
Membangun Tol memang tidak mudah, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan juga besar. Terbukti, untuk membangun Tol Trans Sumatera ini HK meminta modal tambahan kepada pemerintah sekitar Rp12,5 Triliun.
Kepala Badan Pengatur Jalan Herry Trisaputra Zuna mengatakan pembangunan Tol Trans Sumatera ini berbeda dengan pendekatan yang selama ini dilakukan. 
"Dulu kalau kita bangun jalan tol, statement awalnya jalan tol dibangun pada tempat yang sudah berkembang, tapi kelihatannya Sumatera ini potensinya besar. Jadi, pilihan kita apakah kita akan menunggu atau kita majukan ke depan," ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (11/7).
Lebih lanjut ia menuturkan hingga kini pemerintah masih tebgah mencari cara skema pembiayaan untuk menutup kekurangan pembiayaan untuk menutup kekurangan kebutuhan pembangunan ruas tol tersebut. 
"Penambahan PMN saat ini masih sedang diproses, karena kalau kita mau mempercepat ya porsi ekuitasnya harus besar," tegasnya. 
Sebagai tambahan informasi, Hutama Karya sebelumnya juga sudah pernah mendapatkan penambahan modal dari pemerintah sebesar Rp5,6 T yakni pada tahun 2015 dan 2016. []