Lifestyle

Taman Nasional Lore Lindu, Cagar Biosfer Indonesia Penuh Sejarah

Berencana untuk berlibur sekaligus menambah pengetahuan anda tentang sejarah dan alam di Sulawesi Tengah? Berkunjunglah ke Taman Nasional Lore Lindu.


Taman Nasional Lore Lindu, Cagar Biosfer Indonesia Penuh Sejarah
Pesona kabut di Telaga Tambing, Taman Nasional Lore Lindu (instagram/rinafatkhiyah)

AKURAT.CO, Berencana untuk berlibur sekaligus menambah pengetahuan kamu tentang sejarah dan alam di Sulawesi Tengah? Berkunjunglah ke Taman Nasional Lore Lindu. 

Taman Nasional Lore Lindu memiliki luas 231.000 hektar, sehingga taman nasional ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah. 

Saking luasnya, taman nasional ini memiliki curah hujan yang berbeda. Di bagian utara, curah hujan berkisar antara 2000-3000 mm per tahun dan di bagian selatan mencapai 3.000-4.000 mm per tahun.

Taman Nasional Lore Lindu juga merupakan rumah bagi fauna endemik langka, yang hanya hidup di alam Sulawesi. Bahkan, kamu tidak akan bisa menemukan flora dan fauna tersebut di belahan dunia lainnya. Sebab, taman nasional ini terletak di garis Wallace, yang merupakan garis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dengan hewan Australasia.

Tak hanya garis Wallace, taman nasional ini juga berada di garis khatulistiwa sehingga floranya pun mempunyai keindahan dan keunikan tersendiri. 

Alhasil, Taman Nasional Lore Lindu yang mempunyai daya tarik dan kekayaan flora dan fauna ini ditetapkan sebagai cagar biosfer sejak tahun 1977 oleh UNESCO.

Karena berada di garis Wallace, Taman Nasional Lore Lindu ditinggali 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 jenis reptilian, dan 19 jenis amfibi. Darisemua jenis fauna tersebut, 50 persen diantaranya merupakan fauna endemik Sulawesi. 

Beberapa fauna endemik yang tinggal di sini antara lain adalah kera tonkean, babi rusa, tangkasi, kuskus, maleo, katak Sulawesi, musang Sulawesi, tikus Sulawesi, kangkareng sulawesi, ular emas, elang ular sulawesi dan ikan-ikan endemik di Danau Lindu.

Tak hanya fauna, kamu juga bisa menjumpai kawasan pegunungan, rawa, danau, dan hutan dalam satu kompleks Taman Nasional yang begitu luas ini. Salah satunya, Danau Lindu di kaki Gunung Nokilalaki. 

Danau Lindu yang menjadi habitat ikan endemik ini, berada di ketinggian 2.355 meter di atas permukaan laut. Danau ini juga menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan setempat. 

Tak hanya danau, taman nasional ini juga mempunyai puncal tertinggi, yang berada di Gunung Rorekatimbu yang terletak 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini pun cocok bagi kamu yang hobi mendaki.

Kawasan hutan di taman nasional ini, memiliki beberapa tipe ekosistem hutan yang berbeda-beda. Ada ekosistem hutan pamah tropika, hutan pegunungan, hutan pegunungan dengan komposisi jenis ekosistem yang berbeda. 

Di kawasan-kawasan hutan tersebut, juga tumbuh flora endemik yakni wanga dan leda. Karena baunya yang harum, dua jenis pohon ini sering dijadikan bahan kosmetik. Kamu juga bisa menemukan tumbuhan sejenis rotan, pohon ara, aren, damar, kantung semar serta pangi di kawasan-kawasan hutan yang berada di Taman Nasional Lore Lindu.

Kamu tidak hanya bisa menikmati keindahan flora dan fauna di Taman Nasional Lore Lindu, kamu juga bisa menyaksikan sisa peradaban zaman purba megalitikum, yang akan membuatmu berdecak kagum. 

Taman nasional ini mempunyai 431 situs megalitikum yang merupakan peninggalan peradaban Lembah Besoa. 431 situs ini menjadi monument megalitikum terbaik di Indonesia. 

431 situs megalitikum tersebut terdiri dari patung batu manusia, jambangan besar, piringan, batu-batu cembung, mortar batu, serta tiang penyangga rumah dengan ukuran yang berbeda-beda dengan usia yang mencapai ratusan tahun. 

Dengan kekayaan alam serta sejarah yang dimiliki oleh Taman Nasional Lore Lindu, lokasi ini patut menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib untuk kamu kunjungi dalam waktu yang lama.

Untuk menuju ke Taman Nasional Lore Lindu, kamu bisa menggunakan jalan darat dengan menggunakan mobil atau motor dari Kota Palu – Desa Kamarora, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. 

Desa Kamarora merupakan pintu masuk sebelah utara Taman Nasional Lore Lindu, dimana tersedia pusat informasi pengunjung dan guest house untuk menginap. 

Apabila Pandemi Covid-19 berakhir, kamu wajib ajukan cuti lebih dari seminggu untuk mengelilingi Taman Nasional Lore Lindu ini.[]