News

Taliban Gelar Parade Militer, Pamer Senjata dan Kendaraan Perang Hasil Rampasan dari AS

Melalui pawai ini, Taliban ingin menunjukkan transformasi dari pasukan pemberontak menjadi tentara tetap Afganistan.


Taliban Gelar Parade Militer, Pamer Senjata dan Kendaraan Perang Hasil Rampasan dari AS
Puluhan kendaraan keamanan lapis baja M117 buatan AS pun melaju perlahan di jalan utama Kabul pada Minggu (14/11). (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO Pasukan Taliban mengadakan parade militer di Kabul, Afganistan, pada Minggu (14/11). Dengan memamerkan kendaraan lapis baja rampasan dari Amerika Serikat (AS) dan helikopter dari Rusia, mereka menunjukkan transformasi berkelanjutan untuk menjadikan pasukan pemberontak sebagai tentara tetap.

Dilansir dari Reuters, Taliban beroperasi sebagai milisi pemberontak selama 2 dekade. Mereka pun kini merombak pasukan dengan banyak persediaan senjata dan peralatan terbengkalai ketika pemerintah terdahulu yang didukung Barat tumbang pada Agustus.

Parade ini diadakan untuk merayakan kelulusan 250 tentara yang baru dilatih, menurut juru bicara Kementerian Pertahanan, Enayatullah Kwarazmi. Puluhan kendaraan keamanan lapis baja M117 buatan AS pun melaju perlahan di jalan utama Kabul dengan helikopter MI-17 berpatroli di langit. Tak sampai di situ, banyak tentara membawa senapan serbu M4 buatan AS.

baca juga:

REUTERS

Sebagian besar senjata dan peralatan yang kini digunakan pasukan Taliban merupakan pasokan Washington untuk pemerintah yang didukung AS di Kabul. Negara adidaya ini berupaya membangun kekuatan nasional Afganistan agar mampu memerangi Taliban. Namun, pasukan itu lenyap seiring kaburnya Presiden Ashraf Ghani, sehingga Taliban dapat mengambil alih aset utama militer.

Menurut otoritas Taliban, pilot, mekanik, dan spesialis lainnya dari mantan Tentara Nasional Afganistan akan diintegrasikan ke dalam pasukan baru. Seragam militer konvensional pun mulai dipakai oleh para milisi yang biasanya mengenakan baju tradisional Afganistan.

REUTERS

Menurut laporan akhir tahun lalu dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afganistan (Sigar), pemerintah AS memberikan kepada pemerintah Afganistan perlengkapan dan layanan pertahanan senilai lebih dari USD 28 miliar (Rp397 triliun), termasuk senjata, amunisi, kendaraan, perangkat penglihatan malam, pesawat, dan sistem pengawasan, dari tahun 2002 hingga 2017.

Sejumlah pesawat diterbangkan ke negara tetangga di Asia Tengah saat pasukan Afganistan melarikan diri. Namun, masih ada pesawat lainnya yang diwarisi Taliban. Mesih belum jelas berapa banyak yang beroperasi.

Saat pasukan AS berangkat, mereka menghancurkan lebih dari 70 pesawat, puluhan kendaraan lapis baja, dan melumpuhkan pertahanan udara sebelum hengkang dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.[]