News

Taliban Bubarkan 5 Instansi Afganistan karena 'Tak Penting', Termasuk Komisi HAM

Otoritas Taliban yang  menguasai Afganistan telah menghapus lima departemen utama dari bekas pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS).


Taliban Bubarkan 5 Instansi Afganistan karena 'Tak Penting', Termasuk Komisi HAM
Taliban telah menganggap lembaga HAM dan departemen lainnya sebagai 'hal yang tidak diperlukan' dalam menghadapi krisis keuangan (Reuters via Straits Times)

AKURAT.CO  Otoritas Taliban yang  menguasai Afganistan telah menghapus lima departemen utama dari bekas pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS). Departemen yang dibubarkan itu termasuk komisi hak asasi manusia (HAM) negara itu, yang dianggap Taliban sebagai badan yang 'tidak diperlukan'  dalam menghadapi krisis keuangan.

Untuk keuangan tahun ini, Afganistan menghadapi defisit anggaran dengan nilai mencapai hingga 44 miliar Afgani Afganistan (Rp7,18 triliun). Otoritas Taliban mengonfirmasi laporan itu, selama pengumuman anggaran nasional tahun pertama sejak mengambil alih pemerintah Agustus lalu.

"Karena departemen-departemen ini dianggap tidak perlu dan tidak dimasukkan dalam anggaran, mereka telah dibubarkan," kata Innamullah Samangani, wakil juru bicara pemerintah Taliban, seperti dikutip Reuters hingga The Guardian.

baca juga:

Departemen lain yang juga dibubarkan adalah dewan tinggi untuk rekonsiliasi nasional (HCNR), dewan keamanan nasional yang pernah memiliki wewenang tinggi, serta komisi untuk mengawasi pelaksanaan konstitusi Afganistan.

HCNR terakhir dipimpin oleh mantan presiden Afganistan Abdullah Abdullah. Pada masanya, lembaga ini berfungsi untuk merundingkan perdamaian antara pemerintah mantan presiden Ashraf Ghani yang didukung AS dan pemberontak Taliban.

Pada Agustus 2021, 20 tahun setelah menginvasi Afganistan, pasukan asing menarik diri, menyebabkan runtuhnya pemerintahan Ghani dan pengambilalihan Taliban.

Samangani mengatakan anggaran negara 'harus didasarkan pada fakta-fakta objektif', dan hanya ditujukan untuk departemen yang aktif dan produktif.

Meski begitu, dikatakan bahwa departemen-departemen yang dibubarkan tersebut akan diaktifkan kembali di masa depan. Ini kalau mereka diperlukan, ungkap Samangani.

Setelah mengambil alih pada tahun 2021, Taliban meyakinkan dunia bahwa mereka akan lebih moderat. Namun, hingga kini, mereka belum kunjung mengizinkan anak perempuan yang lebih tua untuk kembali ke sekolah. Kelompok itu juga telah memperkenalkan aturan yang mewajibkan wanita untuk mengenakan kerudung hingga burqa yang menutupi wajah. Selain itu, Taliban mengharuskan para perempuan di Afganistan ditemani kerabat laki-laki jika berada di tempat umum.[]