News

Taliban Bakal Izinkan Wanita Afganistan Kuliah di Universitas, Tetapi dengan Syarat...

Taliban telah berjanji akan mengizinkan para perempuan Afganistan untuk mengenyam pendidikan dengan aman di universitas.


Taliban Bakal Izinkan Wanita Afganistan Kuliah di Universitas, Tetapi dengan Syarat...
Dalam foto ini, Abdul Baqi Haqqani berbicara di podium selama pertemuan konsultatif tentang kebijakan pendidikan tinggi umum Taliban di pertemuan loya jirga di Kabul , Minggu ( 29/8) ( AAMIR QURESHI/AFP via Getty Images)

AKURAT.CO, Pemerintahan Taliban telah berjanji akan mengizinkan para perempuan Afganistan untuk mengenyam pendidikan dengan aman di universitas. Namun, dengan syarat bahwa kelas tidak boleh dicampur dengan siswa laki-laki.

Pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi Taliban, Abdul Baqi Haqqani saat menghadiri 'loya jirga' atau pertemuan dewan pemimpin suku dan faksi-faksi Afganistan pada Minggu (29/8).

"Perempuan di Afganistan bakal diizinkan untuk belajar di universitas. Rakyat Afganistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka berdasarkan hukum syariah dengan aman tanpa berada dalam lingkungan campuran laki-laki dan perempuan," kata Haqqani.

Menurut AFP, Haqqani juga menambahkan bahwa Taliban saat ini sedang berusaha mengembangkan 'kurikulum yang sejalan dengan nilai-nilai Islami dan sejarah nasional'.

Baca juga: Pasukan Terakhir AS Tinggalkan Afganistan, Taliban Rayakan 'Kemerdekaan Penuh'

"Kami ingin menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami, yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional dan sejarah kita dan, di sisi lain, mampu bersaing dengan negara lain," sambung Haqqani.

Sebagian besar sekolah di Afganistan sudah dipisahkan berdasarkan gender sebelum pengambilalihan Taliban awal bulan ini. Saat berkuasa, Taliban pun dilaporkan akan tetap memisahkan  anak perempuan dan laki-laki di sekolah dasar hingga menengah.

Sejak  menduduki Kabul pada 15 Agustus lalu, Taliban sendiri telah berjanji akan menghormati hak-hak perempuan. Meski dalam hal ini, mereka tetap akan memberlakukan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam.

Karenanya, seperti dikutip France24, pertanyaan-pertanyaan soal hak perempuan di Afganistan pada akhirnya tetap menyeruak. Itu termasuk pertanyaan apakah wanita boleh bekerja, mendapatkan pendidikan di semua tingkatan dan dapat bergaul dengan pria.