News

Takut Tumbuh Jadi Monster, Pria AS Tega Habisi Kedua Anak Balitanya dengan Tombak Ikan

Sebab, ia juga mengatakan telah menerima penglihatan dan tanda-tanda bahwa istrinya memiliki DNA ular dan akan diwariskan kepada kedua anaknya.  


Takut Tumbuh Jadi Monster, Pria AS Tega Habisi Kedua Anak Balitanya dengan Tombak Ikan
Matthew Coleman (40) diduga pergi ke Meksiko dengan dua anaknya di mana dia dituduh membunuh mereka (Instagram/Jaksa Agung Baja California/KNSD)

AKURAT.CO Seorang pria dari California mengaku telah menikam dua anaknya yang masih balita sampai tewas dengan menggunakan speargun atau pistol penangkap ikan. Dilaporkan bahwa pelaku nekat menghabisi kedua anaknya karena khawatir mereka akan tumbuh sebagai 'monster'.

Sebagaimana diwartakan CNN hingga Metro UK, tersangka yang bernama Matthew Coleman didakwa dengan pembunuhan asing terhadap warga negara Amerika Serikat (AS). Ini setelah ia diduga membawa kedua anaknya ke Meksiko dengan tujuan untuk membunuh mereka.

Menurut dokumen pengadilan yang diajukan di Los Angeles pada Rabu (11/8), Coleman mengaku telah 'tercerahkan dengan teori konspirasi QAnon dan Illuminati'. Ia juga mengatakan telah menerima penglihatan dan tanda-tanda bahwa istrinya memiliki DNA ular dan akan diwariskan kepada kedua anaknya.  

Takut Tumbuh Jadi Monster, Pria AS Tega Habisi Kedua Anak Balitanya dengan Tombak Ikan - Foto 1
File Instagram via Metro UK

Kepada agen Biro Investigasi Federal (FBI), Coleman mengaku menikam putranya 17 kali. Sementara putrinya ia tusuk hingga 12 kali dengan tombak speargun. Lalu jasad keduanya disembunyikan oleh Coleman.

Coleman ditahan di perbatasan Meksiko-AS dan diangkut ke penjara setempat oleh pihak berwenang.

Penangkapannya terjadi setelah putranya Kaleo, berusia dua tahun, dan putrinya Roxy, 10 bulan, ditemukan tewas pada Senin (9/8). Saat ditemukan itu, keduanya sudah terbujur kaku di semak-semak sekitar sungai dekat Rosarito, atau sekitar 60 mil dari selatan San Diego, Meksiko.

Coleman diborgol oleh detektif saat dia mencoba masuk kembali ke AS di pos perbatasan Pelabuhan Masuk San Ysidro.

Takut Tumbuh Jadi Monster, Pria AS Tega Habisi Kedua Anak Balitanya dengan Tombak Ikan - Foto 2
NBC San Diego

Menurut dokumen pengadilan, Coleman meninggalkan rumah bersama dua anaknya yang masih kecil pada Sabtu (7/8) pekan lalu. Disebutkan pula bagaimana pada hari itu, Coleman berkendara sejauh 200 mil dari Santa Barbara ke Rosarito bersama kedua anak balitanya.

Coleman pun dilaporkan sempat memberitahu istrinya, Abby. Namun, ia hanya mengatakan ingin melakukan perjalanan berkemah tanpa memberi tahu lokasinya.

Saat itu, Abby juga sempat menelepon Coleman dan mengirim pesan singkat kepadanya. Karena tidak kunjung dibalas, Abby akhirnya melapor ke kepolisian dan menyatakan bahwa suami dan kedua anaknya hilang.

Keesokan harinya, Abby yang dibantu polisi mencoba melacak keberadaan Coleman dengan aplikasi Find My iPhone. Dari situlah, petunjuk mulai muncul dan terungkap bahwa Coleman berada di Rosarito.

Anggota badan federal kemudian langsung diimbau untuk berjaga di perbatasan dan mengawasi kasus ini. Kecurigaan pun akhirnya muncul setelah Coleman kembali pukul 1 siang dan kendaraannya dihentikan di perbatasan. Saat itu, Coleman adalah satu-satunya penumpang.

Pihak berwenang Meksiko telah berhasil menemukan bukti berupa senjata yang digunakan untuk membunuh, pakaian anak-anak dengan noda darah, dan selimut bayi.

Takut Tumbuh Jadi Monster, Pria AS Tega Habisi Kedua Anak Balitanya dengan Tombak Ikan - Foto 3
NBC San Diego

Setelah penangkapannya, Coleman dibawa ke penjara Santa Ana pada hari Selasa. Selama wawancara dengan FBI, Coleman mengatakan dia telah membunuh anak-anaknya di Rosarito, tulis pernyataan tertulis. Dia juga mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia percaya anak-anaknya akan tumbuh menjadi monster sehingga dia harus membunuh mereka.

Coleman mengaku perbuatannya sebagai hal yang salah, tetapi menurutnya itu adalah satu-satunya tindakan yang bisa menyelamatkan dunia.

"Dia tahu itu salah, tetapi itu adalah satu-satunya tindakan yang akan menyelamatkan dunia," ungkap pernyataan yang tercantum dalam dokumen pengaduan pidana.

QAnon sendiri adalah teori konspirasi sayap kanan yang mempromosikan klaim bahwa mantan Presiden Donald Trump telah terkunci dalam pertempuran melawan komplotan gelap pedofil pemuja setan. Menurut teori ini, komplotan itu terdiri dari para politisi partai Demokrat terkemuka dan selebriti liberal.

FBI sebelumnya telah memperingatkan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh pengikut gerakan teori konspirasi  ini.

Sementara penganut Illuminati menganggap bahwa ada kelompok rahasia yang telah mengendalikan dunia. Sedangkan 'DNA ular' yang disebutkan oleh Coleman kemungkinan merujuk pada teori lama bahwa dunia diam-diam dijalankan oleh komplotan humanoid reptil.[]