Rahmah

Takjub! Demi Bisa Bantu Tetangga, Sahabat Nabi ini Memilih Tak Berangkat Ibadah Haji

Kita diajarkan untuk membantu tetangga yang dalam kelaparan, karena terdapat pahala yang amat besar.


Takjub! Demi Bisa Bantu Tetangga, Sahabat Nabi ini Memilih Tak Berangkat Ibadah Haji
Ilustrasi sahabat (AARP)

AKURAT.CO  Suatu ketika, pada saat Abdullah bin Mubarak berhaji, ia tertidur di Masjidil Haram. Dia telah bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit lalu satu diantara malaikat berkata kepada yang malaikat yang lain, “Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini?”Jawab yang lain, “Enam ratus ribu,". Lalu ia bertanya lagi, “Berapa banyak yang diterima ?”

Jawabnya, “Tidak seorang pun yang diterima, hanya ada seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq, dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya sehingga semua yang haji pada tahun ini diterima dengan berkat hajinya Muwaffaq,".

Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, maka terbangunlah ia dari tidurnya, dan langsung berangkat ke Damsyik mencari orang yang bernama Muwaffaq itu sehingga ia sampailah ke rumahnya.

Mendengar percakapan antara para malaikat membuat Abdullah bin Mubarak terbangun dari tidurnya. Beliau langsung berangkat ke Damsyik untuk mencari seorang bernama Muwaffaq yang disebut malaikat dalam mimpinya. Kemudian beliau sampai di rumah Muwaffaq itu.

Beliau kemudian mengetuk pintu rumahnya sambil memberi salam. Tak lama kemudian, keluarlah seorang lelaki dan segera ia bertanya namanya. Lelaki itu menjawab “Muwaffaq.”

Lalu abdullah bin Mubarak bertanya padanya, “Kebaikan apakah yang telah engkau lakukan sehingga mencapai derajat yang sedemikian itu?”.

Muwaffaq menjawab, “Tadinya aku ingin berhaji tetapi tidak dapat karena keadaanku, tetapi mendadak aku mendapat uang tiga ratus diirham dari pekerjaanku membuat dan menampal sepatu, lalu aku berniat untuk haji pada tahun ini sedangkan isteriku sedang hamil, maka suatu hari istriku mencium bau makanan dari rumah tetanggaku dan ingin makanan itu, maka aku pergi ke rumah tetanggaku dan menyampaikan tujuan ku kepada wanita tetanggaku itu,".

Jawab tetanggaku, “Aku terpaksa membuka rahasiaku, sebenarnya anak-anak yatimku sudah tiga hari tidak mendapat makanan, karena itu aku keluar mencari makanan untuk mereka. Tiba-tiba aku menemukan bangkai himar di suatu tempat, lalu aku potong sebagian dan ku bawa pulang untuk ku masak, maka makanan ini halal bagi kami dan haram untuk makanan kamu,".

Pada saat aku mendengar jawaban itu, aku segera kembali ke rumah dan mengambil uang tiga ratus dirham. Kuserahkan uang itu kepada tetanggaku tadi seraya menyuruhnya membelanjakan uang itu untuk keperluan anak-anak yatim yang ada dalam jagaannya itu.

“Sebenarnya hajiku adalah di depan pintu rumahku," kata Muwaffaq lagi.

Melalui kisah ini, kita diajarkan untuk membantu tetangga yang dalam kelaparan, karena terdapat pahala yang amat besar apalagi di dalamnya terdapat anak-anak yatim.

Rasulullah SAW pernah ditanya, “Ya Rasullah tunjukkan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk syurga.” Baginda Rasulullah SAW menjawab, “Jadilah kamu orang yang baik,”.

Orang itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bagaimanakah aku akan mengetahui bahwa aku telah berbuat baik?”.

Jawab Rasulullah, “Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat,". Wallahu A'lam.[]