News

Takbir Keliling Dilarang di Yogyakarta

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengeluarkan larangan kegiatan takbir keliling pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H


Takbir Keliling Dilarang di Yogyakarta
Ilustrasi takbir keliling (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengeluarkan larangan kegiatan takbir keliling pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H. Kendati penyelenggaraan takbir masih diperkenankan dengan beberapa ketentuan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan, larangan dikeluarkan demi mengantisipasi penularan COVID-19 di masyarakat.

"Takbir keliling ditiadakan. Takbir dilakukan di masjid dengan hanya maksimal 50 persen kapasitas," kata Heroe dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Di masjid, penyelenggaraan takbir diizinkan selama menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 secara disiplin. Selain itu hanya orang-orang dewasa saja yang boleh berpartisipasi.

"Takbir di masjid tidak melibatkan anak-anak," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga telah mengeluarkan larangan kegiatan takbir keliling jelang Hari Raya Idul Fitri. Larangan dikeluarkan seiring pandemi COVID-19 yang belum surut.

Dikatakan Yaqut, pemerintah mengkhawatirkan tradisi takbiran yang biasanya mengundang kerumunan orang justru bakal menjadi peluang penyebaran Corona.

Akan tetapi, Kemenag mempersilakan warga merayakan takbiran di masjid atau musala dengan ketentuan jumlah warga hadir tak melebihi 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Yaqut meyakinkan masyarakat jika langkah ini untuk kepentingan bersama.[]