News

Tak Terima Dipecat, Dua Warek UIN Jakarta Ajukan Banding Administrasi ke Kemenag

Syarif Hidayatullah Jakarta mengajukan banding administratif ke Kemenag perkara pemecatannya.


Tak Terima Dipecat, Dua Warek UIN Jakarta Ajukan Banding Administrasi ke Kemenag
Tim kuasa hukum dua wakil rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyerahkan berkas banding administrasi ke tim Kemenag (Istimewa)

AKURAT.CO, Dua Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajukan banding administratif ke Kemenag perkara pemecatannya. Berkas banding administrasi itu diserahkan ke Kantor Kemenag Rabu siang (10/3/2021).

Langkah itu ditempuh lantaran Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak merespons nota keberatan yang mereka ajukan.

Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Mastiin Mansoer menjelaskan, pada 24 Februari lalu, dia mengajukan keberatan ke Rektor UIN Syarif Hidayatullah atas pemberhentiannya dari jabatan wakil rektor.

"Tetapi setelah melewati sepuluh hari kerja sebagaimana diamanatkan sebagaimana ketentuan UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, rektor yang memiliki kewajiban memberikan tanggapan tidak juga memberikan jawaban atau tanggapan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Karena tak kunjung mendapat jawaban itu, melalui tim kuasa hukumnya, dia mengajukan keberatan administrasi atas keputusan rektor tersebut. Wakil rektor bidang kemahasiswaan itu menjelaskan, pemecatannya tanpa alasan yang jelas.

"Pemberhentian tersebut dilakukan tanpa pertimbangan, prosedur, dan dasar hukum yang jelas dan hanya berdasar alasan dianggap tidak dapat bekerjasama lagi," katanya.

Pemberhentian kedua wakil rektor itu diduga kuat karena keduanya dianggap membantu mengungkap dugaan adanya tindak pidana dalam pembangunan asrama mahasiswa. Kasus itu kemudian menyeret salah satu guru besar di kampus tersebut.

"Pengajuan keberatan merupakan mekanisme yang disebutkan dalam UU ASN dan UU administrasi negara," katanya.[]