News

Tak Terima Dikritik Soal Muslim Uighur, China Tuding G7 Lakukan 'Manipulasi Politik'

China bahkan sampai menuduh G7 melakukan kebohongan, rumor, dan tuduhan tak berdasar


Tak Terima Dikritik Soal Muslim Uighur, China Tuding G7 Lakukan 'Manipulasi Politik'
China mengecam para pemimpin G7 setelah mereka mengkritik catatan hak asasi manusia Beijing di Xinjiang dan Hong Kong (AFP/Ludovic MARIN)

AKURAT.CO China telah menuduh G7 melakukan 'manipulasi politik' karena mengkritik Beijing atas catatan hak asasi manusianya di Xinjiang dan Hong Kong. Tudingan itu muncul pada Senin (14/6), atau sehari setelah China menyebut G7 sebagai 'kelompok kecil yang tidak bisa lagi memutuskan nasib dunia'.

Dalam 'serangan barunya' itulah, China terlihat geram dengan pernyataan G7 soal nasib kaum minoritas Uighur di Xinjiang. Menanggapi persoalan itu, China bahkan sampai menuduh G7 melakukan 'kebohongan, rumor, dan tuduhan tak berdasar'.

Selanjutnya, China menuding bahwa G7 hanya mengambil keuntungan dari pernyataannya terhadap isu dalam negeri China, termasuk masalah Hong Kong hingga Taiwan. 

"G7 telah mengambil keuntungan dari isu-isu terkait Xinjiang dan melakukan manipulasi politik dengan mencampuri urusan dalam negeri China yang sangat kami tentang," ungkap juru bicara kedutaan China dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNA. 

Baca Juga: Amnesty International Ungkap Sadisnya China pada Uighur, Disiksa hingga Sterilisasi demi Basmi Islam

Sebelumnya, para pemimpin G7 memang terang-terangan mengecam berbagai isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menyeret China. Di antaranya termasuk pelanggaran terhadap minoritas muslim di wilayah Xinjiang, para aktivis di Hong Kong, hingga masalah stabilitas di Selat Taiwan.

Berbagai kritikan untuk China itu pun tertuang dalam komunike yang dirilis setelah pertemuan puncak G7 selama tiga hari di Inggris.

"Kami akan mempromosikan nilai-nilai kami, termasuk dengan menyerukan kepada China untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental," bunyi komunike dari para anggota G7.

Seruan serupa juga telah diungkap langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Dalam pernyataan itulah, Biden ikut-ikutan meminta Beijing untuk 'mulai bertindak lebih bertanggung jawab dalam norma-norma internasional tentang hak asasi manusia (HAM)'.

G7 juga mengumumkan dana infrastruktur baru yang menurut Biden akan 'jauh lebih adil' daripada Inisiatif Sabuk dan Jalan China.

Sementara dalam tanggapannya, Kedutaan Besar China mengeluh bahwa 'tuduhan terhadap China tentang masalah ekonomi dan perdagangan dalam komunike tidak konsisten dengan fakta dan tidak masuk akal."

Diketahui, dalam puncak pertemuan langsungnya, G7 telah menyepakati berbagai isu penting. Di antaranya termasuk janji tentang vaksinasi COVID-19, perubahan iklim, HAM, hingga masalah perdagangan. G7 juga diketahui ikut menyerukan penyelidikan baru untuk meneliti asal-usul COVID-19. Namun, seruan ini pada akhirnya juga ikut jadi 'bahan' China untuk mengecam G7. 

"Epidemi saat ini masih berkecamuk di seluruh dunia, dan pekerjaan penelusuran harus dilakukan oleh ilmuwan global dan tidak boleh dipolitisasi," terang kedutaan China dalam tambahan pernyataannya.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co