News

Tak Terima Diberhentikan, Dua Wakil Rektor UIN Jakarta Ajukan Keberatan

Pengajuan keberatan merupakan mekanisme yang disebutkan dalam UU Aparatur Sipil Negara dan UU Administrasi Pemerintahan


Tak Terima Diberhentikan, Dua Wakil Rektor UIN Jakarta Ajukan Keberatan
Kampus UIN Jakarta (Istimewa)

AKURAT.CO, Masri Mansoer dan Andi Faisal Bakti tidak terima diberhentikan sepihak oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Amany Lubis dari jabatannya sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama. Keduanya akan mengajukan keberatan atas pemberhentian tersebut kepada pihak rektorat.

Pengajuan keberatan akan disampaikan kepada rektorat didampingi Tim Advokasi Anti Korupsi dan Otoritarianisme (TAKTIS).

"Ya, kita akan sampaikan keberatan. Kita akan kumpul bersama Prof Mansoer baru rektorat," kata Mujahid A Latif dari TAKTIS kepada AKURAT.CO, Rabu (24/2/2021).

Alasan pengajuan keberatan, terang Mujahid, karena pemberhentian tersebut dilakukan tanpa pertimbangan, prosedur dan dasar hukum yang jelas, hanya berdasar alasan dianggap tidak dapat bekerjasama lagi. Padahal sesungguhnya Kedua Wakil Rektor tersebut tidak pernah lagi diajak komunikasi, koordinasi, maupun disposisi lagi terkait tugas dan fungsi sebagai Wakil Rektor.

Pemberhentian pun diduga kuat karena kedua Wakil Rektor tersebut dianggap membantu mengungkap karena disebutkan namanya menjadi saksi dalam laporan kepolisian mengenai dugaan Tindak Pidana dalam Pembangunan Asrama yang menyeret salah satu Guru Besar di UIN Jakarta.

"Pengajuan keberatan merupakan mekanisme yang disebutkan dalam UU Aparatur Sipil Negara dan UU Administrasi Pemerintahan," terang Mujahid. []