News

Tak Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19 Selama PSBB Transisi, 452 Perkantoran Dapat Surat Teguran


Tak Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19 Selama PSBB Transisi, 452 Perkantoran Dapat Surat Teguran
Gedung-gedung perkantoran terlihat di kawasan Jakarta, Selasa (30/4/2019). Presiden RI Joko Widodo kembali membahas rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta. Rencana pemindahan ibu kota tercetus menimbang peluang Indonesia menjadi negara maju dan kompetisi global yang semakin ketat. Berbagai persiapan harus dilakukan seperti pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung harus dibahas secara terperinci. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) mengklaim telah melakukan sidak kepada 1.259 perkantoran di Ibu Kota selama masa transisi yang sudah berjalan satu bulan ini.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, selama melakukan sidak pihaknya menemukan sejumlah perkantoran yang tak menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Andri menyebut pihaknya langsung menindak tegas perkantoran yang melanggar tersebut

“Kami lakukan sidak di 1.259 perkantoran dan hasilnya ada dua yang ditutup,” kata Andri saat dikonfirmasi Kamis (2/7/2020).

Selain melakukan penutupan, Andri mengatakan pihaknya melayangkan surat teguran pertama dan kedua kepada 452 perkantoran. 

“Yang diberi peringatan pertama ada 351 dan peringatan kedua ada 101,”  tandasnya.

Dari ratusan perkantoran yang ditegur itu kata Andri mereka melakukan berbagai pelanggaran seperti tidak mentaati aturan jumlah karyawan yang masuk tak boleh lebih dari 50 persen kapasitas kantor. 

Adapula yang sudah menyediakan wastafel dan alat pengukur suhu badan namun tak dipakai sehingga karyawan yang datang tak melewati melewati protokol kesehatan.

“Misalnya tempat cuci tangan dan thermo gun ada, tapi enggak diingatkan karyawannya untuk dipakai. Kalau enggak ada wastafel, hand sanitizer, enggak jaga jarak, dan enggak pakai masker itu baru fatal. Itu bisa langsung tutup sementara,” pungkasnya. 

PSBB transisi kini sudah diperpanjang kembali oleh Gubernur Anies Baswedan selama dua pekan ke depan. 

Alasan diperpanjangnya aturan ini lantaran sebagian besar warga Jakarta dinilai belum maksimal menjalankan protokol kesehatan. Ada tiga poin yang disebut kerap dilanggar warga yakni tak mengenakan masker, tidak menjaga jarak aman hingga belum terbiasa rutin mencuci tangan.[]

Ridwansyah Rakhman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu