Rahmah

Tak Tahan Hidup Miskin, Pemuda Itu Minta Saran dari Abu Nawas, Begini Kisahnya

Di negeri tempat Abu Nawas tinggal, terdapat seorang pemuda yang mendadak kaya raya karena telah mendapat warisan.


Tak Tahan Hidup Miskin, Pemuda Itu Minta Saran dari Abu Nawas, Begini Kisahnya
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Meski dikenal sebagai sosok nyeleneh, seorang Abu Nawas juga dikenal memiliki tingkat kepedulian yang tinggi. Banyak diantara tetangga-tetangga Abu Nawas yang datang untuk meminta nasehat. Bahkan tak jarang, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid pun sering memanggilnya datang ke istana untuk meminta solusi masalah kenegaraan.

Terbukti pada suatu waktu, di negeri tempat Abu Nawas tinggal, terdapat seorang pemuda yang mendadak kaya raya karena telah mendapat warisan. Sebelumnya pemuda itu memang dikenal sebagai sosok yang sederhana.

Dimulai sejak dirinya mendapat warisan, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat. Ia menggunakan hartanya dengan membeli mobil mewah, membangun rumah yang megah, dan tak lupa sejumlah barang-barang berharga dan mewah juga turut melengkapi tempat tinggalnya yang seperti istana kerajaan itu.

Saking besarnya rumah tersebut, pemuda itu sampai memperkerjakan beberapa pembantu dari penduduk setempat. Sehingga dirinya tidak repot lagi untuk mengurus rumah tersebut.

Melihat pemuda itu menjadi seorang yang kaya raya, banyak diantara orang-orang disekitarnya yang ingin menjadi temannya. Mereka mendadak bersikap baik kepada pemuda itu agar dapat diakui sebagai teman dan juga saudaranya.

Akan tetapi, baru beberapa hari tinggal di rumah mewahnya itu, ia sengaja buat suasana rumahnya menjadi meriah. Setiap harinya, ia melakukan pesta dengan jamuan makanan yang sangat banyak. Tampaknya ia memang masih kaget mendapat harta yang sangat banyak, sehingga ia tidak bisa mengelola harta tersebut.

Karena telah digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Pemuda itu tidak menyadari jika harta-hartanya semakin hari semakin menipis. Sehingga lama kelamaan hartanya pun habis. Saking habisnya, bahkan ia tidak sanggup membayar seorang pembantunya.

Melihat kondisi tersebut, teman-temannya mulai menjauhinya. Ia pun mulai menyadari kesalahanya, kini ia hanya hidup sebatang kara. Tanpa ada teman, pembantu maupun tukang kebun yang biasa menemaninya.

Karena merasa hidupnya sedang dirundung kemalangan, suatu hari, ia berencana menemui Abu Nawas untuk meminta nasehat. Setibanya di rumah Abu Nawas, ia langsung mengutarakan maksud dari kedatangannya itu.

"Wahai tuan Abu, kini uang ku sudah habis dan kawan-kawan ku telah menjauh meninggalkanku, apa yang harus aku perbuat?" tanya pemuda itu mengeluh.

"Jangan khawatir, segalanya akan kembali seperti semula, tunggu saja beberapa hari ini, engkau akan kembali tenang dan bahagia," jawab Abu Nawas.

"Maksud tuan saya akan segera kembali kaya?" tanya pemuda itu dengan girang.

"Bukan begitu, maksudku engkau salah tafsir. Artinya dalam waktu yang tidak terlalu lama kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman," jelas Abu Nawas.

Mendengar jawaban Abu Nawas, Pemuda itu hanya bisa menunduk sedih. Kemudian Abu Nawas melanjutkan penjelasannya, jika semua yang terjadi adalah akibat dari perbuatannya sendiri. 

Kemudian Abu Nawas memberi nasehat agar jika ia mendapatkan rezeki, maka gunakanlah di jalan yang benar dan kelolahlah dengan baik dan bijak. Karena harta di dunia ini adalah titipan dari Allah SWT. []