News

Tak Setuju dengan Terapi Konversi untuk Kaum LGBT, Ratusan Pemimpin Agama Kompak Ajukan Penolakan

Tak Setuju dengan Terapi Konversi untuk Kaum LGBT, Ratusan Pemimpin Agama Kompak Ajukan Penolakan


Tak Setuju dengan Terapi Konversi untuk Kaum LGBT, Ratusan Pemimpin Agama Kompak Ajukan Penolakan
Hampir 400 pemimpin agama dari seluruh dunia sepakat menyerukan deklarasi larangan terapi konversi terhadap kaum LGBT (Peter Tatchell Foundation)

AKURAT.CO, Lebih dari 370 pemimpin agama dari seluruh dunia menyerukan larangan terapi konversi untuk kaum LGBT. Seperti diketahui, terapi konversi mengacu pada segala bentuk perawatan atau psikoterapi yang bertujuan untuk mengubah atau mengembalikan orientasi seksual atau identitas gender seseorang.

Upaya itu bisa berbentuk pengobatan sengatan listrik, ajaran agama, hingga terapi bicara yang dirancang untuk mengubah seksualitas seseorang.

Praktik tersebut sudah dilarang di Swiss dan wilayah Australia, Kanada, serta Amerika Serikat.

Mengutip BBC hingga Reuters, deklarasi penolakan terapi konversi disponsori oleh yayasan amal Ozanne Foundation. Di deklarasi itu, ratusan pemimpin agama dari 35 negara kompak membububuhkan tanda tangannya untuk penolakan teori konversi. Di antaranya termasuk perwakilan dari agama-agama utama dunia serta para advokat LGBT, seperti ulama Afrika Selatan Uskup Agung Desmond Tutu serta mantan Kepala Rabi Irlandia David Rosen.

Uskup Anglikan Liverpool Paul Bayes, dan mantan Presiden Irlandia Mary McAleese juga telah menandatangani deklarasi tersebut.

Deklarasi larangan terapi konversi ini rencananya akan diluncurkan selama konferensi virtual perwakilan agama global pada Rabu (16/12) ini.

Sementara, konferensi diketahui didanai oleh Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO).

Menteri Luar Negeri Junior Wendy Morton juga telah menyampaikan dukungannya terhadap deklarasi Komisi Antar Agama Global untuk Kehidupan LGBT+.

Ia juga menyebut bahwa deklarasi itu telah menandai langkah penting menuju kesetaraan. Terlebih, menurut laporan terbaru dari ILGA World, 69 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa tercatat yang masih melarang aktivitas homoseksual.