Lifestyle

Tak Seperti Pilih Teman, Ini Pertimbangan Memilih Rekan Bisnis

Penilaian awal memilih rekan bisnis harus dilakukan secara objektif. Berikut ini kriteria utama, yang dapat dipertimbangkan dalam memilih rekan bisnismu


Tak Seperti Pilih Teman, Ini Pertimbangan Memilih Rekan Bisnis
Webinar ShoppePay Talk (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO Membangun bisnis bersama rekan yang tepat memang dapat mengakselerasi performa bisnis, karena kehadiran individu lain di dalam bisnis dapat memperluas perspektif, menambah teman bertukar pikiran, menyeimbangkan beban pekerjaan, hingga sinergi modal usaha. 

Setiap individu pastinya memiliki kebebasan untuk memilih rekan bisnisnya, baik bersama orang yang baru dikenal, teman dekat, pasangan, bahkan keluarga sekalipun. Namun, terlepas dari status hubungan yang telah dibangun dengan rekan bisnis tersebut. Penilaian awal saat memilih rekan bisnis harus tetap dilakukan secara objektif, agar tidak menimbulkan penilaian yang bias.

Berikut ini kriteria utama, yang dapat dipertimbangkan dalam memilih rekan bisnismu.

Keterampilan berbeda, tujuan sama

Salah satu fondasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis bersama rekan, yakni mencari rekan bisnis yang memiliki keterampilan berbeda. 

Sebab, setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, keterampilan berbeda dapat membantu untuk saling melengkapi satu dengan lainnya, dalam mendorong perkembangan bisnis.

“Memilih rekan bisnis bukan hanya sekadar berlandaskan alasan sudah kenal baik sejak lama. Meskipun saya memilih menjadikan sahabat lama dan kakak saya sendiri sebagai rekan bisnis, saya tidak pernah mengenyampingkan kriteria utama yang saya cari dari seorang rekan bisnis yang baik, yaitu adanya perbedaan keterampilan untuk saling melengkapi. Di Anomali Coffee, saya lebih fokus menangani hal yang berhubungan dengan marketing dan kualitas produk, sedangkan rekan saya, Agam, menangani keuangan bisnis dan strategi bisnis secara garis besar," ujar Co-Founder and Director of Anomali Coffee & Pipiltin Cocoa, Irvan Helmi, di Webinar ShopeePay Talk, pada Selasa (19/10).

"Alhasil, saya banyak belajar dari Agam tentang strategi menjalankan bisnis dan pengalaman tersebut saya terapkan saat saya membangun Pipiltin Cocoa bersama kakak saya. Sedangkan, kakak saya yang memang lebih mahir di bidang marketing lebih fokus menangani strategi marketing Pipiltin Cocoa. Perbedaan keterampilan inilah yang dapat menjadi sebuah nilai tambah yang membuat kami memiliki perspektif yang lebih luas dalam mencapai tujuan bisnis," sambungnya.

Berkomitmen kuat dan mengutamakan profesionalitas