News

Tak Sekadar Melayat, Wapres AS Kamala Harris Kunjungi Jepang untuk Bahas Keamanan Taiwan

Tak Sekadar Melayat, Wapres AS Kamala Harris Kunjungi Jepang untuk Bahas Keamanan Taiwan
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Jepang pada Senin (26/9). (REUTERS)

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris pergi ke Jepang untuk menghadiri pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Selasa (27/9). Sehari sebelumnya, ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Fumio Kishida untuk membahas kerja sama mengenai masalah keamanan Taiwan.

Dilansir dari The Asahi Shimbun, pembicaraan bilateral ini dilakukan setelah otoritas China tersulut janji eksplisit Presiden AS Joe Biden untuk membela Taiwan.

"Kami sangat selaras dengan mitra kami. Ini akan menjadi kesempatan bagi wakil presiden untuk membahas perkembangan terakhir dan jalan ke depan dengan para pemimpin Jepang dan Korea Selatan. Anda dapat berasumsi bahwa Taiwan ikut dibahas," ungkap seorang pejabat senior pemerintah AS.

baca juga:

Harris juga akan mampir ke Seoul untuk bertemu Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol guna membahas masalah yang sama.

Para pemimpin Jepang dan Korea Selatan sama-sama memperhatikan peningkatan ketegangan antara Washington dan Beijing dengan hati-hati.

Sementara itu, Washington juga mulai mempertimbangkan opsi paket sanksi terhadap China dan opsi lain untuk mencegahnya menyerang Taiwan, menurut seorang sumber yang mengetahui pembicaraan itu awal bulan ini.

China memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai salah satu provinsinya. Beijing sejak dulu bertekad untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya dan tak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mewujudkannya.

Sebaliknya, pemerintah Taiwan sangat menentang klaim kedaulatan oleh China. Menurutnya, hanya 23 juta penduduk pulau itu sendiri yang dapat memutuskan masa depannya.

Biden pun telah melontarkan pernyataan paling eksplisit bahwa pasukan AS berkomitmen membela Taiwan. Di sisi lain, Gedung putih bersikeras bahwa kebijakannya terhadap Taiwan tak berubah.

Saat bertelepon pada bulan Juli, Xi Jinping memperingatkan Biden, "Mereka yang bermain api akan binasa karenanya." []