News

Tak Sebabkan Klaster Baru, Begini Potret Ibadah Puncak Haji di Arafah yang Berjalan Lancar

-Hanya diikuti 60 ribu jemaah haji, Bukit Arafah tahun ini tahun ini bebas kerumunan massa, berbeda dari tahun-tahun normal sebelumnya.


Tak Sebabkan Klaster Baru, Begini Potret Ibadah Puncak Haji di Arafah yang Berjalan Lancar
Para jemaah haji memanjatkan doa sesampainya di Bukit Arafah pada Senin (19/7). (Foto: Facebook/haramain. info) ()

AKURAT.CO,  Para jemaah haji mendaki ke Bukit Arafah, Arab Saudi, pada Senin (19/7) yang menjadi puncak haji tahun ini. Jumlah jemaah haji dirampingkan dan pelaksanaannya di bawah pembatasan virus corona untuk tahun kedua berturut-turut.

Dilansir dari AFP, hanya 60 ribu orang yang dipilih untuk ambil bagian dalam haji tahun ini. Mereka semua adalah warga negara atau residen Arab Saudi. Sementara itu, jemaah dari luar negeri masih dilarang.

Para jemaah bermasker berkumpul di Bukit Arafah setelah menghabiskan malam di tenda-tenda di Lembah Mina. Mereka bersiap untuk ritual haji yang paling penting.

Para jemaah akan berkumpul di bukit setinggi 70 meter dan padang sekitarnya selama berjam-jam untuk beribadah penuh hingga Magrib. Setelah matahari terbenam, mereka menuju Muzdalifah di tengah-tengah Arafah dan Mina untuk melakukan lempar jamrah secara simbolis.

Pemandangan ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan haji sebelumnya yang diikuti 2,5 juta umat Muslim. Tahun ini, bukit tersebut bebas kerumunan massa, tidak seperti tahun-tahun normal.

"Menjadi salah satu dari segelintir orang yang beruntung memberi perasaan kalau Allah mengampuni dan memilih kita untuk berada di tempat ini. Insyaallah, doa kita akan dikabulkan," ungkap Selma Mohamed Hegazi, seorang Muslim asal Mesir berusia 45 tahun.

Ia mengaku seluruh tubuhnya merinding ketika mengenakan ihram, pakaian putih bersih yang dikenakan selama haji.

Para jemaah pun menggambarkan rasa kedamaian yang menyelimuti bukit tersebut.

"Menjadi salah satu dari hanya 60 ribu yang menunaikan haji, saya merasa seperti menjadi bagian dari kelompok dengan hak istimewa yang mampu mencapai tempat ini," tutur Baref Siraf, warga negara Arab Saudi berusia 58 tahun.

Haji merupakan salah satu dari 5 rukun Islam dan wajib ditunaikan bagi umat Muslim yang mampu. Ibadah ini biasanya menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia.

Tahun ini, peserta dipilih dari 558 ribu kandidat melalui sistem pemeriksaan daring. Calon jemaah haji pun dibatasi untuk orang dewasa berusia 18-65 tahun yang sudah divaksinasi lengkap dan tanpa penyakit kronis.

Sementara itu, otoritas berusaha mengulangi kesuksesan tahun lalu. Saat itu, haji digelar pada skala terkecil dengan hanya diikuti 10 ribu jemaah dan berhasil menghindari wabah. Serupa dengan tahun lalu, otoritas kesehatan Arab Saudi mengumumkan pada Minggu (18/7) bahwa tidak ada satu pun kasus COVID-19  yang dilaporkan di kalangan jemaah haji tahun ini.

Haji biasanya membawa banyak orang ke tempat-tempat peribadahan yang padat dan bisa menjadi acara super-spreader. Namun, Arab Saudi memberlakukan protokol kesehatan level tertinggi untuk pencegahan.

Para jemaah dibagi menjadi beberapa kelompok yang hanya terdiri dari 20 orang untuk membatasi paparan potensial. 'Kartu haji pintar' pun diperkenalkan untuk memungkinkan akses bebas kontak ke tenda, hotel, dan bus untuk mengangkut jemaah ke sekitar tempat ibadah. Robot hitam-putih juga dikerahkan untuk menyuguhkan botol air Zamzam di Masjidil Haram.

Menurut Ibrahim Siam, seorang jemaah asal Mesir berusia 64 tahun, prosedur teknologi tinggi untuk pelaksanaan haji tahun ini telah membuat segalanya jauh lebih mudah. []