News

Tak Pernah Pesan, Wanita Ini Kebanjiran Ratusan Paket

Jillian Cannan menerima lebih dari 150 paket yang berisi ribuan penopang masker, padahal tak pernah memesannya.


Tak Pernah Pesan, Wanita Ini Kebanjiran Ratusan Paket
Lebih dari 150 paket berisi ribuan penopang masker datang ke rumah Jillian Cannan.

AKURAT.CO, Seorang wanita di New York, Amerika Serikat (AS), kebingungan menerima lebih dari 150 paket Amazon yang berisi penopang masker. Pasalnya, ia tidak pernah memesannya. Barang-barang itu lantas ia sumbangkan ke rumah sakit.

Dilansir dari United Press International, Jillian Cannan mengungkapkan kalau paket itu mulai datang pada 5 Juni. Ia awalnya tak menyadari kalau ada keanehan dalam pengiriman itu.

"Saya pikir mitra bisnis saya telah memesankan sesuatu untuk studio kami. Jadi, saya membukanya dan baru menyadari kalau isinya penopang masker," ujarnya.

Ternyata, ia maupun mitra bisnisnya tak memesan penopang masker. Cannan pun baru sadar kalau paket itu mencantumkan alamatnya, tetapi bukan namanya.

"Awalnya saya yakin itu penipuan atau mungkin ada yang cuci gudang. Namun, karena semua barangnya sama, kurasa bukan itu masalahnya," sambungnya.

Cannan mengatakan paket-paket itu terus saja datang melalui kurir Amazon, UPS, dan Layanan Pos AS. Ia pun jadi sering berkontak dengan Amazon karena paketnya terus berdatangan, bahkan jumlahnya bertambah.

"Kemudian, mereka mulai datang dengan truk barang di jalan masuk kami," tambahnya.

Cannan mengaku menerima lebih dari 150 paket berisi ribuan penopang masker, hingga akhirnya Amazon menyelesaikan kesalahan tersebut. Perusahaan itu mengatakan penerima yang dituju akan mendapatkan penopang masker penggantinya. Cannan pun diberi tahu kalau ia dapat menyimpan paket yang diterimanya itu.

Pemilik studio kreatif tersebut lantas memutuskan untuk menggunakan penopang masker ukuran anak-anak untuk membuat kerajinan tangan masker untuk didistribusikan ke anak-anak di rumah sakit setempat. Ia mengatakan Amazon setuju untuk menyumbangkan sisa persediaan yang ia butuhkan sebagai kompensasi atas ketidaknyamanannya. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co